Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Kecerdasan Buatan I DPR Perlu Bahas Persoalan Dampak Kemajuan Iptek

Pemerintah Harus Waspadai Perkembangan AI

Foto : LEONARDO MUNOZ/AFP

RISIKO KEHILANGAN KENDALI ATAS AI I Wakil Perdana Menteri Inggris, Oliver Dowden berpidato di sidang Majelis Umum PBB ke-78 di New York, AS, Jumat (22/9) waktu setempat. Dalam pidatonya Dowden memperingatkan kepada para pemimpin dunia bahwa manusia bisa kehilangan kendali atas mesin kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

A   A   A   Pengaturan Font

» Jika tidak hati-hati menyikapi perkembangan kecerdasan buatan, manusia akan tergilas oleh teknologi ini dan mengancam ratusan juta penduduk Indonesia.

JAKARTA - Pemerintah diminta untuk semakin waspada dengan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Jika tidak waspada dan hati-hati dalam menyikapinya, manusia akan tergilas oleh teknologi modern ini dan mengancam ratusan juta penduduk Indonesia.

"Pemerintah perlu segera mengeluarkan regulasi untuk mengatur AI dalam bentuk UU. Regulasi yang ada dalam UU perlindungan data pribadi belum cukup mengawasi dan mengatur AI," kata Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudisthira, pada Koran Jakarta, Minggu (24/9).

Bhima mengingatkan kehadiran AI juga mengancam sumber penghasilan banyak orang dan tentunya implikasi lanjutannya ialah pengangguran dan kemiskinan. Karena itu, sebelum terlambat maka regulasi harus dibuat duluan sebelum teknologi masuk. Hal tersebut berkaca dari pengalaman selama ini yang mana regulasi selalu kalah cepat dari kemajuan, akhirnya kewalahan mengaturnya.

Sebenarnya, terang Bhima, sudah mulai ramai di negara lain membahas regulasi yang menaungi AI, termasuk pengawasan terhadap hak kekayaan intelektual yang bisa diolah AI tanpa mencantumkan sumber aslinya.

"AI ini kan mengolah dari jutaan sumber misalnya karya ilmiah, karya jurnalistik hingga karya seni. Kemudian, ketika diolah AI tidak jelas soal royalti dan kepemilikan materinya," papar Bhima.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S, Eko S

Komentar

Komentar
()

Top