Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Para Pemimpin Negara dan Teknologi Berkumpul di Paris, Hadiri KTT AI

📅 Senin, 10 Feb 2025, 10:20 WIB | Oleh:
Para Pemimpin Negara dan Teknologi Berkumpul di Paris, Hadiri KTT AI Doc: AFP
Ket. Paris' Grand Palais menjadi lokasi pertemuan dua hari AI Summit.

PARIS - Para pemimpin negara dan industri teknologi berkumpul di Paris pada Senin (10/2) untuk menghadiri pertemuan puncak dua hari tentang kecerdasan buatan (AI), dengan harapan dapat menemukan titik temu mengenai teknologi yang berpotensi mengganggu bisnis dan masyarakat global.

Pertemuan yang diselenggarakan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri India Narendra Modi tersebut bertujuan antara lain "memetakan" tata kelola AI di seluruh dunia, mempromosikan gagasan AI yang lebih etis, mudah diakses, dan hemat, serta mendorong kedaulatan Eropa atas teknologi tersebut.

Pertemuan hari Senin yang dihadiri sekitar 1.500 tamu di Grand Palais yang megah di ibu kota Prancis ini akan menampilkan ceramah dan diskusi panel yang menguraikan janji dan tantangan yang ditimbulkan oleh AI. Pertemuan dimulai sekitar pukul 9.30 pagi waktu setempat.

Para pemimpin negara, termasuk Wakil Presiden AS JD Vance dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Zhang Guoqing, akan bertemu dengan orang-orang seperti bos OpenAI Sam Altman dan pimpinan Google Sundar Pichai.

Dua tahun sejak kemunculan chatbot ChatGPT milik OpenAI, Macron menggembar-gemborkan manfaat kecerdasan buatan dan upaya Prancis di bidang tersebut.

'Stargate' 

Dalam sebuah wawancara TV, Macron melacak "investasi 109 miliar euro (113 miliar dolar AS) dalam industri AI dalam beberapa tahun mendatang" di Prancis.

Uang tunai tersebut akan berasal dari Uni Emirat Arab, "dana investasi besar Amerika dan Kanada" dan perusahaan Prancis, kata Macron, Minggu.

Angka 109 miliar euro pada hari Minggu itu "setara dengan apa yang diumumkan AS melalui 'Stargate'," program AS senilai 500 miliar dollar yang dipimpin oleh pembuat ChatGPT OpenAI, tambahnya.

Tantangan teknis dan biaya bagi negara-negara yang berharap untuk tetap mengikuti perlombaan AI menjadi lebih jelas dalam beberapa minggu terakhir.

Perusahaan rintisan Tiongkok, DeepSeek, mengejutkan para pemain besar di Silicon Valley dengan model AI-nya yang berbiaya rendah dan berkinerja tinggi.

Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump meminjamkan aura kantornya kepada proyek "Stargate" untuk membangun infrastruktur komputasi seperti pusat data.

Bangunan-bangunan besar ini memusatkan di satu tempat penyimpanan data dan daya pemrosesan yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan menjalankan model AI yang paling canggih.

"Eropa harus menemukan cara untuk mengambil posisi, mengambil inisiatif, dan mengambil kembali kendali," kata Sylvain Duranton dari Boston Consulting Group.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.