Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Objek Dekat Bumi Paling Berbahaya

📅 Senin, 22 Jul 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Objek Dekat Bumi  Paling Berbahaya Doc: ESA

Asteroid Apophis yang akan melintas di dekat Bumi termasuk dalam objek dekat Bumi (NEO) yang diperkirakan berdiameter sekitar 1.100 kaki atau 335 meter. Ketika ditemukan pada tahun 2004, disebut sebagai sebagai salah satu asteroid paling berbahaya karena berisiko menghantam Bumi.

Sebuah kampanye pengamatan radar pada bulan Maret 2021, dikombinasikan dengan analisis orbit yang tepat, memungkinkan para astronom untuk menyimpulkan bahwa tidak ada risiko Apophis menghantam Bumi setidaknya selama satu abad. Dari pengamatan ini penilaian dampaknya berubah setelah para astronom melacak Apophis dan orbitnya.

Apophis dengan cepat menjadi terkenal sebagai asteroid yang dapat menimbulkan ancaman serius bagi Bumi ketika para astronom memperkirakan bahwa asteroid itu akan sangat dekat pada tahun 2029. Berkat pengamatan tambahan terhadap Apophis, risiko benturan pada tahun itu kemudian dikesampingkan.

Ketika Apophis terbang melintasi Bumi dari jarak jauh sekitar tanggal 5 Maret 2021, para astronom memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggunakan pengamatan radar yang kuat guna menyempurnakan perkiraan orbitnya mengelilingi Matahari dengan presisi yang sangat tinggi. Upaya ini memungkinkan mereka untuk dengan yakin mengesampingkan risiko benturan apapun pada tahun 2068 dan lama setelahnya.

"Dampak pada tahun 2068 tidak mungkin terjadi lagi, dan perhitungan kami tidak menunjukkan adanya risiko dampak setidaknya untuk 100 tahun ke depan," kata Davide Farnocchia dari Pusat Studi Objek Dekat Bumi (CNEOS) NASA, yang dikelola oleh Laboratorium Propulsi Jet NASA di California Selatan, pada laman NASA.

"Dengan dukungan pengamatan optik terkini dan pengamatan radar tambahan, ketidakpastian orbit Apophis telah berkurang dari ratusan kilometer menjadi hanya beberapa kilometer jika diproyeksikan hingga tahun 2029," imbuh dia.

Pengetahuan yang jauh lebih baik tentang posisinya pada tahun 2029 ini memberi kepastian yang lebih besar tentang pergerakannya di masa mendatang, sehingga NASA menghapus Apophis dari daftar risiko.

Farnocchia merujuk pada Tabel Risiko Dampak Sentry. Tabel yang dikelola oleh CNEOS ini mencatat beberapa asteroid yang orbitnya sangat dekat dengan Bumi sehingga kemungkinan terjadinya dampak tidak dapat dikesampingkan. Dengan temuan terkini, tabel risiko tidak lagi menyertakan Apophis di dalamnya.

Dengan mengandalkan teleskop optik dan radar berbasis darat untuk membantu mengkarakterisasi orbit setiap objek dekat Bumi yang diketahui guna meningkatkan penilaian bahaya jangka panjang, CNEOS menghitung orbit presisi tinggi untuk mendukung Kantor Koordinasi Pertahanan Planet NASA.

Untuk mencapai perhitungan Apophis pada tahun 2021, para astronom menggunakan antena radio 70 meter (230 kaki) di Kompleks Komunikasi Luar Angkasa Goldstone milik Deep Space Network di dekat Barstow, California, untuk melacak gerakan Apophis secara tepat. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.