Nara, Kota Kuno dengan Arsitektur Megah
📅 Selasa, 08 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: afp/ Behrouz MEHRI
Kota Nara di Jepang memiliki delapan Situs Warisan Dunia UNESCO. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati arsitektur Jepang kuno.
K
ota Nara yang terletak sekitar 30 kilometer di selatan Kyoto ini tadinya merupakan ibu kota Jepang kuno yang dibangun pada antara tahun 710 dan 784 masehi (M). Nama kota ini berasal dari Periode Nara yang berkuasa antara 710-794 M.
Kota yang pernah dinamai Heijokyo atau Heijo pada abad ke-8 M ini dimodelkan seperti ibu kota Dinasti Tang di masa Tiongkok kuno. Tidak heran kota ini menjadi kota yang mengesankan dengan istana kerajaan yang besar, jalan yang lebar, dan banyak kuil penting.
Saat ini, Nara memiliki delapan Situs Warisan Dunia UNESCO, menjadikannya salah satu tempat terbaik untuk menikmati arsitektur Jepang kuno. Kota ini pernah dijadikan ibu kota Jepang pada tahun 710 M pada masa pemerintahan Permaisuri Gemmei yang memerintah tahun 707-715 M, meski keputusan tersebut telah dinyatakan dalam dekrit kerajaan tahun 646 M sebelum ia memerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ibu kota sebelumnya berada di Fujiwara sekitar 20 kilometer ke selatan, tetapi Nara memiliki keuntungan karena letaknya lebih sentral di sebelah selatan Kyoto modern. Tempat ini pun memiliki akses sungai ke laut antara Jepang dan daratan Asia.
Hingga saat itu, pergantian ibu kota secara berkala telah menjadi ciri kehidupan istana, karena istana kerajaan dan ibu kota politik selalu satu dan sama. Ketika seorang kaisar meninggal, istana dianggap tidak suci dan dicari lokasi baru. Para sejarawan kemudian memberi nama ibu kota baru itu pada periode 710 hingga 794 M, meskipun selama dekade terakhir, kota itu bukan lagi kota terpenting di Jepang.
Nara dibangun berdasarkan model Chang'an, ibu kota Tang, dan karenanya memiliki tata letak kisi-kisi yang teratur dan jelas, dua bagian yang simetris, dan bangunan-bangunan umum yang akrab dengan arsitektur Tiongkok. Satu perbedaan signifikan dari kota-kota Tiongkok adalah Nara tidak memiliki tembok kota, meskipun memiliki dua gerbang simbolis yaitu Rashomon di selatan dan Suzakumon di utara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bangsawan di Nara memiliki tempat tinggal mereka sendiri yang besar, biasanya bergaya Jepang lantai papan kayu, rangka penyangga kayu, dan atap sirap atau jerami. Ukurannya ditentukan secara ketat oleh pangkat sosial pemiliknya. Dengan jalan yang lebar dan arsitektur yang rendah, kota itu akan terasa sangat terbuka.
Sebuah istana kerajaan yang luas yang terdiri dari dua bangunan dibangun dan birokrasi negara diperluas hingga sekitar 7.000 pegawai negeri. Kaisar Shomu yang memerintah 724-749 M, membuat kompleks istana itu semakin megah. Jumlah penduduk Nara mungkin mencapai 200.000 jiwa pada akhir abad ke-8 M.
Sebuah universitas yang didedikasikan untuk tradisi Konfusianisme didirikan segera setelah pemindahan ibu kota. Di sana, para pemuda dilatih untuk menjadi pejabat di birokrasi negara dengan mempelajari bahasa Mandarin, matematika, dan teks-teks Konfusianisme klasik serta prinsip-prinsipnya yang relevan dengan pemerintahan.
Pada tahun 728 M, kurikulum diperluas untuk mencakup sastra dan hukum Tiongkok. Selain mahasiswa, pejabat pemerintah, dan anggota istana beserta pembantu rumah tangga mereka, populasi kota itu membengkak karena banyaknya orang asing, terutama dari Tiongkok dan Korea.
Pada sejarawan berpendapat 20-30 persen penduduk yang menetap di Nara adalah orang non-Jepang dengan keterampilan menenun sutra, pengerjaan logam, konstruksi, dan seni yang sangat dibutuhkan. Dengan demikian, total populasi Nara mungkin mencapai 200.000 jiwa pada akhir periode itu, dan mencakup wilayah seluas 5 x 4 kilometer, jauh lebih besar dari kota pendahulunya, Fujiwara.
Saat itu istana kekaisaran Jepang sempat dilanda konflik internal untuk mendapatkan dukungan dan posisi di antara kaum bangsawan. Kaisar Kammu yang memerintah 781-806 Masehi juga khawatir tentang pengaruh yang semakin besar dari biara-biara Buddha yang kuat di sekitar kota itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!