Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Muhammadyah Minta Berpikir Kenapa Stadion Piala Eropa Bisa Penuh Penonton saat Indonesia Dihajar Pandemi?

📅 Sabtu, 17 Jul 2021, 17:56 WIB | Oleh:
Muhammadyah Minta Berpikir Kenapa Stadion Piala Eropa Bisa Penuh Penonton saat Indonesia Dihajar Pandemi? Doc: Istimewa
Ket. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

YOGYAKARTA - Pandemi Covid-19 terjadi hampir di seluruh dunia adalah musibah bersama. Wabah Covid-19 tidak memandang orang per orang, suku tertentu, agama tertentu ataupun bangsa tertentu.

Meskipun menjadi musibah bersama dalam waktu yang sama, nyatanya beberapa negara telah berhasil mengatasi pandemi. Memandang fenomena itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir beranggapan tidak tepat jika menyandingkan Indonesia dengan negara-negara yang berhasil mengatasi pandemi hingga mampu menghelat pergelaran besar seperti sepakbola.

"Covid-19 tidak mengenal negara maju maupun negara tertinggal. Mungkin bedanya negara maju itu cepat mencari solusi, cepat melakukan recovery. Karena apa? Dia punya dana, fasilitas, sistem kesehatan yang bagus dan berbagai hal. Ya kita juga punya tapi pada batas tertentu masih kekurangan," jelas Haedar dikutip dari rilis pers PP Muhammadiyah, baru-baru ini.

"Jadi yang ditiru jangan hanya 'lho kok di tempat lain kok sudah ada penonton sepak bola?', 'sudah ada berbagai hal?', ya jangan ditiru enak-enaknya saja. Tiru juga cara mengatasinya dan disiplin masyarakatnya," tegas Haedar.

Pemahaman terhadap cara pemerintah mengatasi dan cara masyarakat menghadapi pandemi dianggap penting oleh Haedar sehingga tidak kemudian membuat masyarakat Indonesia lalai dengan menjadikan negara-negara tersebut sebagai alasan.

"Kalau kita meniru hasilnya saja yakni nonton bola bareng-bareng, sekolah bareng tapi tidak tahu kondisi sesungguhnya yang kita hadapi. Kan yang kita hadapi ini bukan virus yang ada di London, bukan yang ada di Copenhagen bukan yang ada di Paris. Yang kita hadapi ini yang ada di Indonesia yang Covid-19 masih meluas, masih belum melandai," terangnya.

"Juga disiplin masyarakatnya. Ya kita bertanya pada diri sendiri apakah kita sudah berdisiplin yang tinggi, disiplin itu bukan hanya untuk kita tapi juga untuk orang yang lain," tutup Haedar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Pemkot Bogor Segera Tata PKL di Taman Heulang

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bogor Segera Tata PK...

Wisatawan Taiwan Coba Ditarik ke Indonesia

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Wisatawan Taiwan Coba Ditar...
Olahraga
Pukulan Telak Jelang Asian ...
Daerah
Ekonomi Papua Sangat Bergan...
Megapolitan
Pemprov Banten Beri Bantuan...
Daerah
Pemprov Gorontalo Beri Bant...
Daerah
Revitalisasi Cagar Budaya J...
Megapolitan
Gubernur DKI Jakarta Akan E...
Advertisement
Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.