Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Model Bisnis Pengembangan Efisiensi Energi Harus Diperbaiki

📅 Selasa, 30 Nov 2021, 00:02 WIB | Oleh:
Model Bisnis Pengembangan Efisiensi Energi Harus Diperbaiki Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Model bisnis pengembangan efisiensi energi di Indonesia harus diperbaiki agar bisa menawarkan keuntungan yang jelas bagi tujuan pengurangan emisi dan ketahanan energi Indonesia. Perbaikan juga akan memberikan dukungan menyeluruh terhadap tujuan strategis dari pembangunan di bidang sosial ekonomi.

Peningkatan efisiensi energi juga dapat berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi negara melalui penciptaan lapangan kerja serta peningkatan daya saing di sektor industri dan komersial. Manfaat-manfaat tersebut merupakan sesuatu yang berharga bagi setiap negara yang sedang berjuang melawan dampak pandemi Covid-19, termasuk Indonesia.

Studi terbaru Climate Policy Initiative (CPI) menyebutkan potensi pertumbuhan pasar efisiensi energi di Indonesia sangat besar asalkan model bisnis yang ada saat ini perlu diperbaiki.

Analis CPI, Muhammad Zeki, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (29/11), menyatakan model bisnis yang ada saat ini gagal mengatasi tantangan pasar.

Model bisnis yang belum diimplementasikan adalah perusahaan jasa energi atau Energy Service Companies (ESCOs) yang masih tergolong kecil sulit memperoleh pendanaan dari bank. Padahal, pemilik fasilitas pada posisi yang berisiko karena harus menanggung utang dari bank.

Begitu juga perjanjian kontrak yang umumnya digunakan di lingkup bisnis efisiensi energi juga belum membahas isu-isu utama tertentu. "Dalam studi CPI, kami menemukan cara mengelola risiko utama dalam model bisnis efisiensi energi yang sudah ada, yaitu menanggulangi perhitungan project return yang tidak jelas, serta biaya investasi terhadap proyek yang terkesan tinggi," katanya.

CPI, tambah Zeki, merekomendasi tiga model bisnis yang merupakan hasil penyesuaian dari model sebelumnya, yaitu model bisnis jasa atau perangkat, model bisnis sewa dan beli, serta model bisnis layanan energi berkualitas.

PLTS Atap

Direktur Energi Watch, Mamit Setiawan, mengatakan untuk mengejar target bauran energi 23 persen pada 2025, maka model bisnis energi terbarukan skala kecil yang lebih reliable ketimbang proyek-proyek besar adalah PLTS atap skala rumah tangga.

Syarat utamanya, PLN harus menerima tarif ekspor impor PLTS Atap yang sudah dikeluarkan Permennya, sehingga terjadi hubungan yang saling mengerti dan berkelanjutan. PLN, jelasnya, masih keberatan dengan tarif 1:1 terkait harga serap PLN pada kelebihan listrik PLTS Atap rumah tangga.

"Mereka merasa sudah oversupplay dan juga harus mengeluarkan biaya banyak untuk menyiapkan infrastruktur PLTS Atap," kata Mamit.

Pemerintah juga mengupayakan percepatan teknologi perangkat keras PLTS Atap sehingga harganya bisa lebih terjangkau bagai masyarakat.

Selain itu, juga perlu standard sun roof yang benar-benar bisa dipercaya karena awet, tahan lama, dan maintenance yang mudah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Nasional
Makna Dibalik Peristiwa di ...
Luar Negeri
Trump Klaim Iran Hampir Men...
Megapolitan
516 Angkot Bogor Masih Dibu...

Pembangunan Karakter Harus Berisi Nilai-nilai Toleransi

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Pembangunan Karakter Harus ...
Luar Negeri
Hingga 500 Sekolah di Pranc...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.