Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Mantap, BEM UPNVJ Raih Juara 3 Lomba Desain Pamflet Kampus Mengajar Kemendikbud

Foto : Istimewa

Ilustrasi Gedung UPVNJ.

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Mantap Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPVNJ) meraih juara 3 dalam ajang desain pamflet Kampus Mengajar Angkatan 1 Tahun 2021 yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pengumuman lomba telah dilakukan pada Senin (8/3).

"Rasanya bulan ini merupakan bulan keberuntungani bagi UPVNJ , walaupun masih dalam keadaan pandemi saat ini para mahasiswa berlomba untuk menorehkan prestasi, kali ini berita membanggakan kembali datang dari organisasi mahasiswa BEM UPNVJ yang telah meraih juara 3 umum pada Kompetisi Desain Pamphlet Kampus Mengajar Angkatan 1 Tahun 2021 yang diadakan oleh Kemendikbud," kata Wibisono Arif Budianto, Kasubbag Humas dan Kerja Sama UPNVJ dalam keterangan tertulisnya yang diterima Koran Jakarta, Kamis (18/3).

Wibisono menerangkan Kompetisi Desain Pamphlet Kampus Mengajar Angkatan 1 Tahun 2021 merupakan salah satu dari program yang diadakan oleh Kemendikbud. Dalam kompetisi ini, Kemendikbud mengajak seluruh mahasiswa aktif Indonesia untuk membantu pembelajaran di masa pandemi ini, terutama untuk SD di daerah 3T.

"Hal ini dilakukan juga sebagai upaya mensosialisasikan program Kampus Mengajar kepada para mahasiswa," katanya.

Sementara itu, Nisrina Nuha Nazira dan Aurel Navira Ismail, dua mahasiswi perwakilan BEM UPNVJ, mengatakan, dalam kompetisi desain pamflet, BEM UPNVJ bersaing dengan 120 partisipan dari beberapa organisasi mahasiswa perguruan tinggi lainnya seperti BEM Universitas Singaperbangsa Karawang, HIMA program studi manajemen Universitas Atma JayaYogyakarta, Korps suka rela palang merah Indonesia Unit STIkes Negeri Aceh Darussalam dan HIMA Matematika Universitas Sriwijaya. Peluncuran kampus mengajar angkatan 1 tahun 2021 ini membuka peluang mahasiswa menjadi pendidik di ekolah dasar. Khususnya, daerah 3T atau tertinggal, terluar, terdepan dan pelosok.

"Dengan program ini para mahasiswa bisa berperan aktif untuk berkontribusi dalam pendidikan bangsa dan membuat perubahan serta mengembangkan diri," katanya.



(ags/N-3)
Redaktur : Marcellus Widiarto

Komentar

Komentar
()

Top