Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mahasiswa UNY Terjemahkan Bungong Jeumpa dalam Dress Batik

📅 Kamis, 04 Mei 2023, 18:21 WIB | Oleh:
Mahasiswa UNY Terjemahkan Bungong Jeumpa dalam Dress Batik Doc: Istimewa
Ket. Batik karya mahasiswa UNY, Intan Rafiqa diperagakan model.

YOGYAKARTA - Bungong Jeumpa merupakan salah satu lagu daerah Aceh yang sudah terkenal hingga pelosok negara Indonesia. Ketika mendengar Bungong Jeumpa setiap orang akan mengingat Aceh. Bungong jeumpa adalah bunga kebanggaan masyarakat Aceh. Lagu Bungong Jeumpa memiliki makna yang mendalam di mana lagu Bungong Jeumpa menggambarkan semangat dan keindahan Tanah Aceh yang disimbolkan dengan bunga khas kerajaan.

Bungong jeumpa dikenal oleh masyarakat di luar Aceh sebagai bunga cempaka. Di tangan mahasiswa UNY Bungong Jeumpa digubah menjadi sebuah karya seni berupa dress batik. Intan Rafiqa mengolah Bungong Jeumpa sebagai motif penghias dress untuk mendapatkan bentuk-bentuk yang inovatif dalam mengembangkan motif Bungong Jeumpa menjadi kerajinan batik.

Menurut siaran persnya, mahasiswa program studi Pendidikan Seni Kriya Fakultas Bahasa Seni dan Budaya UNY tersebut, Bungong Jeumpa bagi kebudayaan Aceh melambangkan keindahan, sehingga terfikirkan untuk mengangkat motif Bungong Jeumpa pada penciptaan tugas akhir karya seni, sekaligus ingin mengembangkan dan melestarikan budaya agar lebih dikenal atau lebih dikenang dan agar motif Bungong Jeumpa tidak hanya dipandang sebagai satu indikator saja.

Penerapan motif Bungong Jeumpa biasanya hanya pada ukiran-ukiran dan bangunan-bangunan.

"Kemampuan untuk mengolah kriya batik di Aceh masih sangat kurang dan belum ada pengembangan motif Bungong Jeumpa di Aceh. Oleh karenanya saya ingin mencoba untuk dapat menciptakan Bungong Jeumpa sebagai motif penghias dress batik yang kreatif sehingga nantinya karya yang dihasilkan dapat diterima dimasyarakat dan dapat menjadi salah satu karya kriya yang bisa menyenangkan setiap orang yang melihatnya." kata Intan.

Dalam penciptaan karya ini Intan mengambil Bungong Jeumpa jenis putih dan kuning, di mana Bungong Jeumpa putih dan kuning sering dijumpai di halaman rumah dan paling banyak ditemukan di Aceh. Kemudian dikembangkan dengan mencari inspirasi jenis-jenis Bungong Jeumpa yang mekar dan kuncup, lalu ditilasi atau diubah dengan berbagai penggayaan dan dibuat menjadi macam-macam bentuk baru yang bersifat dekoratif, namun ciri khas bentuknya masih terlihat.

Warga Dusun Loen, Desa Pante Piyeue, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh tersebut menggunakan kain katun Jepang sebagai bahan utama dalam proses pembuatan karya dress batik, dimana pada umumnya dalam proses pembuatan batik menggunakan kain prima/primisima.

"Karena di Aceh sendiri kain prima/primisima masih sangat susah untuk didapatkan, sedangkan kain katun jepang mudah ditemui di toko-toko kain terdekat. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan apabila pengrajin di beberapa daerah yang ingin berkarya akan tetapi didaerah tersebut susah untuk mendapatkan kain prima/primisima yang pada umumnya digunakan," papar alumni SMK N 1 Mesjid Raya itu.

Untuk kualitas kainnya, kain katun Jepang kualitasnya lebih bagus dibandingkan kain pada umumnya digunakan. Dress batik dengan ide penciptaan motif bungong jeumpa memiliki ornamen dan bentuk yang berbeda-beda sehingga memiliki keunikan sendiri ketika memakainya. Dilihat dari bentuk dress batik pada karya ini adalah dress fashion cocok digunakan oleh remaja maupun dewasa baik acara resmi maupun non resmi. Hal ini karena bentuknya yang unik dan elegan menjadikan dress ini sebagai pusat perhatian dan praktis sehingga lebih banyak disukai oleh remaja maupun dewasa.

Gadis kelahiran Pante Piyeue, 8 September 2001 itu memaparkan, penciptaan karya seni 'Bungong Jeumpa Sebagai Motif Penghias Dress Batik' melalui tiga tahapan proses pembuatan yaitu tahap ekplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujuduan. Tahap Ekplorasi dilakukan dengan cara menggali segala sumber ide, menggumpulkan data informasi dan mengolah data yang nantinya akan menjadi dasar perancangan.

Tahap perancangan dilakukan dengan cara membuat sketsa alternatif, sketsa terpilih dan gambar kerja. Tahap perwujudan dilakukan dengan pembuatan karya dari mempersiapkan alat dan bahan, pembuatan karya dan finishing. Setelah melakukan uji coba warna dengan bahan kain katun jepang, warna yang diaplikasikan pada bahan kain katun jepang menciptakan warna yang lebih soft, karena serat yang ada pada kain katun jepang berbeda dengan kain prima/primisima yang digunakan pada umumnya.

Remaja zaman sekarang lebih tertarik dengan warna-warna yang terlihat lebih soft atau kalem, sebab target untuk penciptaan dress batik ini tertuju kepada remaja dan dewasa.

Karya dress ini menggambil warna indigosol yaitu biru muda untuk pewarnaan dasar kain, sehingga warnanya terlihat soft. Pada beberapa bagian daun dan batang menggunakan pewarnaan indigosol berwarna abu-abu, namun pengaplikasian pada kain katun Jepang manjadikan warna abu-abu menjadi warna biru yang lebih gelap dibandingkan pewarnaan dasar biru muda, sehingga menciptakan warna baru yang estetis.

Dalam proses uji coba penciptaan karya dress batik ini menggunakan kain katun jepang untuk bahan utama, dikarenakan ingin mencoba menciptakan hal baru, kualitas kain katun Jepang lebih baik dibandingkan kain pada umumnya, dan mudah didapatkan pada toko-toko terdekat. Dengan uji coba/eksperimen penciptaan dress batik ini dapat memudahkan daerah-daerah yang kesulitan mendapatkan bahan yang pada umumnya digunakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

39 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.