Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lee Hsien Loong: Suksesi di Singapura Akan Terjadi sebelum Pemilu 2025

📅 Senin, 06 Nov 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Lee Hsien Loong: Suksesi di Singapura Akan Terjadi sebelum Pemilu 2025 Doc: AFP/POOL/WILLY KURNIAWAN
Ket. Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Singapura

SINGAPURA - Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong, pada Minggu (5/11), mengumumkan dia akan menyerahkan kekuasaan kepada generasi pemimpin yang lebih muda sebelum pemilihan umum 2025.

Dikutip dari Agence France-Presse (AFP), Lee (71 tahun), berencana mundur pada 2022, sebelum ulang tahunnya yang ke-70, dan menyerahkan kendali kepada wakilnya, Lawrence Wong. Namun, hal itu ditunda karena Lee mengatakan dia harus memimpin Singapura melewati krisis virus korona.

Dalam pidatonya di depan anggota Partai Aksi Rakyat atau People's Action Party (PAP), Lee mengatakan Wong dan timnya telah mendapatkan semangat selama pandemi dan tidak ada alasan untuk menunda transisi politik. "Oleh karena itu, saya bermaksud menyerahkan kepada DPM Lawrence sebelum pemilihan umum berikutnya," kata Lee.

"Setelah itu, saya akan berada di bawah arahan PM baru. Saya akan mematuhi apa pun yang menurutnya benar. Saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu dia dan timnya berjuang dan memenangkan pemilu berikutnya," ujarnya.

Lee, yang menjabat Perdana Menteri sejak 2004, tidak mengatakan secara pasti kapan ia akan menyerahkan jabatannya kepada Wong (50 tahun), yang menjabat sebagai Menteri Keuangan saat ini.

"Jika semuanya berjalan lancar, saya akan menyerahkannya pada ulang tahun PAP yang ke-70 tahun depan," kata Lee, mengacu pada ulang tahun berdirinya partai tersebut pada November 2024.

Jika Wong mengambil alih jabatan tersebut, ini akan menjadi kedua kalinya sejak kemerdekaan Singapura pada 1965, di mana perdana menteri bukan anggota keluarga Lee.

Ayah Lee Hsien Loong, Lee Kuan Yew, adalah perdana menteri pertama negara itu.

Mengabdi pada Negara

Lee, yang tampak emosional, mengatakan kepada anggota partai bahwa merupakan keberuntungan dan kehormatan besar baginya untuk mengabdi pada negara sepanjang masa dewasanya.

Lee mengatakan partainya telah benar-benar berubah, dibentuk oleh banyak cobaan dan kesengsaraan. Namun, dia mengatakan pihaknya tetap berdedikasi untuk Singapura dan menjaga pulau itu aman dan terlindungi, yang tidak akan berubah di bawah kepemimpinan generasi berikutnya.

Serangkaian skandal yang jarang terjadi telah mengguncang partai berkuasa baru-baru ini.

Skandal-skandal tersebut, yang diakui para pejabat telah merusak reputasi pemerintah yang tidak korup, termasuk pemeriksaan Menteri Transportasi karena korupsi dan dua anggota parlemen dari partai berkuasa yang mengundurkan diri karena perselingkuhan.

Seperti diketahui, pada Juli 2020, PAP unggul pada pemilu. PAP mengamankan 83 kursi dari total 93 kursi di parlemen---sebuah kemenangan besar menurut standar internasional---tetapi merupakan penurunan drastis dalam perolehan suara rakyat, sementara oposisi memenangi 10 kursi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.