Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Pilpres Filipina I CARMMA: Bongbong Jika Menang Bisa Hapus Kekejaman Era Kediktatoran

Korban Kekejaman Diktator Marcos Minta Bongbong Didiskualifikasi

Foto : AFP/Rouelle Umali 

Pendaftaran Pilpres l Mantan Senator Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr, berpose sambil memperlihatkan berkas-berkas pendaftaran sebagai kandidat presiden dalam pemilu 2022 di posko Komisi Pemilihan Umum di Sofitel Harbor Garden Tent, Pasay, pada 6 Oktober lalu. Bongbong adalah putra dari mendiang diktator Filipina, Presiden Ferdinand Marcos Sr.

A   A   A   Pengaturan Font

Petisi dari CARMMA merupakan petisi kedua yang dilayangkan untuk memblokir pencalonan Bongbong sebagai presiden. Petisi yang pertama, diajukan oleh sekelompok warga Filipina lain yang menentang Marcos, namun belum mendapat perhatian luas.

Bongbong sebelumnya pernah terpilih untuk jabatan publik. Ia sempat menjabat sebagai gubernur, anggota kongres dan senator. Dia juga mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada pemilu 2016, namun sayangnya ia kalah. Selama pencalonannya di masa lalu, tidak ada satu pun petisi yang berusaha menghalanginya untuk ikut serta dalam pemilihan.

Selain melayangkan petisi pada Bongbong dengan alasan pernah menjalani hukuman di masa lalu, CARMMA juga menuduh bahwa Bongbong merupakan individu yang aktif dalam kediktatoran, yang turut menikmati kekayaan dari hasil curian dan melawan pemerintah merebut untuk merebut kembali aset-aset jarahan itu.

CARMMA juga mengungkapkan bahwa jika Bongbong menang, maka ada kemungkinan ia akan menghapus catatan tindak kekejaman yang sangat tidak manusiawi seperti menghilangkan dan membunuh ribuan aktivis, penjarahan dan korupsi yang dilakukan selama ayahnya berkuasa. RFA/I-1


Redaktur : Ilham Sudrajat
Penulis : Ilham Sudrajat

Komentar

Komentar
()

Top