Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Komunitas One Day Traveling

📅 Jumat, 24 Jan 2020, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komunitas One Day Traveling Doc: DOK. INDEPENDENT SCHOOL

Bisakah wisata ke luar kota hanya dalam satu hari? Ternyata itu bisa dilakukan. Hal tersebut dibuktikan oleh Komunitas One Day Traveling atau komunitas wisata satu hari.

Komunitas tersebut berbasis di Jakarta. Para anggota komunitas kerap melakukan perjalanan wisata bersama-sama ke luar kota Jakarta. "Kami jalan-jalan ke daerah yang maksimal bisa ditempuh dari Jakarta selama lima jam. Jadi bisa pulang pergi dalam satu hari," ungkap Ragadipa, pendiri Komunitas One Day Traveling.

Bermula dari kesukaan melakukan perjalanan ke berbagai tempat wisata. Setelah menikmati perjalanan dengan waktu tanpa batas, maka dengan kondisi pekerjaan yang hanya menyisakan waktu libur akhir pekan, timbul kesukaan tetap berwisata meski hanya satu hari. Apalagi ketika mengantar istri bertugas ke Yogya dan Medan pada 2009 yang semuanya dilakukan dalam satu hari.

Terbang dengan pesawat paling pagi dan pulang dengan penerbangan terakhir. "Selama menunggu istri yang tengah bertugas, saya habiskan waktu untuk jalan ke beberapa lokasi wisata di kota tersebut, termasuk menikmati makanan khas yang ada di resto atau warung terkenal di sana," ungkap Raga.

Hal ini sempat terjadi beberapa kali, sehingga semakin membuka wawasannya bahwa ada waktu sehari yang bisa dimanfaatkan bagi mereka yang memang tidak punya waktu luang yang panjang dan suka berwisata, atau mereka yang ingin menjadi pendahulu bagi rombongan wisata yang akan dipandu kemudian.

"Setelah kejadian ini, lalu saya bersama istri dan anak merencanakan perjalanan satu hari. Sasaran pertama yang dicari adalah kota-kota yang bisa ditempuh di bawah lima jam perjalanan, baik dengan kereta api atau bus. Perjalanan dengan pesawat terbang atau kendaraan pribadi memang kami hindari dulu", jelasnya.

"Tapi kami bukan backpacker," ungkap Raga di posko komunitas ini yang berlokasi di Mampang Prapatan X, Jakarta Selatan. Pada bulan Juli 2010, kota pertama yang jadi sasaran perjalanan adalah Bandung, lalu Garut, Sukabumi dan Cirebon.

Semua dilakukan dengan menggunakan jasa angkutan umum. Sebelumnya penanggung jawab perjalanan sudah menentukan lokasi wisata dan tempat makan yang akan dituju.

Begitu juga dengan jalur kendaraan umum yang melewati tempat wisata di kota yang dituju. Jalur Garut juga ditempuh dengan memanfaatkan angkutan umum. Lokasi wisata yang dicapai memang tidak maksimal.

"Ini karena di Garut angkutan umumnya agak tersendat, dan kami belum menemukan teman ojek wisata," kata Raga.

Lalu pada saat perjalanan ke Cirebon, di sana bertemu dengan komunitas ojek wisata. Dengan kendaraan roda dua ini, lokasi wisata yang dituju bisa maksimal, sehingga dalam sehari mendapat berbagai hal menyenangkan. Dari pengalaman tersebut, maka kini di setiap kota, One Day Traveling memiliki kontak dengan ojek wisata setempat.

"Kalaupun belum ada, biasanya kami kontak teman yang kerja di travel dan kami minta untuk menyediakan ojek motor wisata," jelas Raga.

Dia memberi contoh saat melakukan perjalanan wisata ke Cirebon. Di sana Raga bertemu dengan Venggar, seorang pengusaha travel. Venggar sebenarnya mengelola Pelesir Wisata yang biasa menerima wisatawan untuk jalan-jalan di Cirebon.

Dia sempat kaget saat diminta untuk menyiapkan ojek. Tapi setelah rombongan wisata datang, semuanya jadi jelas. Venggar segera tanggap dengan daftar perjalanan yang diberikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Erdogan Minta Hak Veto DK PBB Dihapus Total

29 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Erdogan Minta Hak Veto DK P...
Luar Negeri
Kenapa Indonesia Berharap C...
Luar Negeri
Uni Eropa Buru-Buru Tambah ...
Olahraga
Drama Real Madrid dan Presi...
Luar Negeri
Pengungsi Yaman Menjerit Bu...
Nasional
Awal Musim Hujan Bakal Lebi...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.