Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenali Penyebab Cedera Saraf Tulang Belakang, Ini Solusi Pengobatan dari IDI Kota Dompu

📅 Senin, 30 Des 2024, 16:30 WIB | Oleh:
Kenali Penyebab Cedera Saraf Tulang Belakang, Ini Solusi Pengobatan dari IDI Kota Dompu Doc: kkhaosai/Freepik
Ket. Ilustrasi

IDI Kota Dompus idikotadompu.org menjelaskan bahwa kerusakan pada saraf yang terletak di tulang belakang disebut cedera saraf tulang belakang (SCI). Cedera ini dapat menyebabkan gangguan pada fungsi tubuh, seperti kehilangan kemampuan untuk bergerak atau merasakan sesuatu. Biasanya, cedera saraf tulang belakang dapat menjadi lebih buruk jika tidak segera diobati.

IDI Kota Dompu adalah organisasi sebagai wadah profesi bagi para dokter di Indonesia. IDI berkomitmen untuk membangun kesehatan masyarakat melalui berbagai program dan kolaborasi dengan sektor lain.

Untuk memastikan bahwa semua tenaga medis yang beroperasi di Kota Dompu memiliki lisensi yang sah dan memenuhi standar yang ditetapkan, IDI Kota Dompu memperketat pengawasan terhadap izin praktik dokter. Selain itu, organisasi ini berpartisipasi dalam pembangunan kesehatan lokal melalui kerjasama lintas sektor, yang mencakup program kesehatan masyarakat.

IDI Kota Dompu saat ini sedang melakukan penelitian lebih lanjut terkait penyebab cedera saraf tulang belakang serta rekomendasi obat untuk mengurangi gejalanya.

Apa saja ciri-ciri terjadinya cedera saraf tulang belakang?

IDI Kota Dompu menjelaskan cedera saraf tulang belakang (spinal cord injury) dapat menyebabkan berbagai gejala yang bervariasi tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan cedera. Berikut adalah ciri-ciri utama terjadinya cedera saraf tulang belakang meliputi:

1. Mati rasa dan mengalami kelumpuhan

Kelumpuhan adalah karakteristik utama cedera syaraf tulang belakang. Kehilangan kemampuan untuk bergerak di bagian tubuh tertentu mungkin terjadi pada penderita, tergantung pada lokasi cedera. Selain itu, kesemutan atau mati rasa dapat terjadi di ekstremitas, seperti tangan dan kaki, yang menunjukkan bahwa saraf sensorik mengalami masalah.

2. Rasa sakit dan sulit bernafas

Seseorang yang mengalami cedera syaraf tulang belakng juga dapat mengalami rasa sakit tak tertahankan yang disertai dengan kesulitan bernafas. Cedera pada saraf tulang belakang dapat menyebabkan otot pernapasan terganggu, yang dapat menyebabkan batuk atau kesulitan bernapas. Ini dapat menyebabkan nyeri tajam atau sensasi seperti tersengat, terutama di area leher, punggung, atau kepala.

3. Kesulitan menjaga keseimbangan

Seseorang yang mengalami cedera saraf tulang belakang juga kesulitan menjaga keseimbangan postur tubuh. Penderita mungkin mengalami kesulitan dalam berjalan dan melakukan aktivitas sehari-hari.

4. Gejala Lainnya

Sakit kepala berat, pingsan, dan tanda-tanda syok seperti tekanan darah rendah dan detak jantung lambat bisa menjadi tanda adanya cedera saraf tulang belakang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

49 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.