Kenali Body Dysmorphia, Gangguan Mental Parah yang Bisa Bikin Penderitanya Ingin Bunuh Diri
📅 Kamis, 16 Mei 2024, 13:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Shutterstock/Paul Rushton
Viren Swami, Anglia Ruskin University
Selebritas Megan Fox dalam sebuah wawancara dengan Sports Illustrated mengungkapkan bahwa dia memiliki dismorfik tubuh (body dysmorphia). Fox mengatakan: "Saya tidak pernah melihat diri saya seperti orang lain melihat saya. Tidak pernah ada titik dalam hidup saya yang membuat saya mencintai tubuh saya."
Fox bukan satu-satunya orang yang mengalami hal tersebut. Banyak selebritas lain yang telah menceritakan pengalaman mereka tentang kondisi ini, termasuk penyanyi Billie Eilish dan aktor Robert Pattinson. Diperkirakan ada sekitar sekitar 2% dari populasi Amerika Serikat (AS) yang mengalami kondisi serupa.
Meskipun beberapa tahun terakhir ini telah banyak diskusi mengenai body dysmorphia, banyak orang yang mengaitkan kondisi ini dengan kecemasan akan citra tubuh. Bahkan istilah body dysmorphia sudah ketinggalan zaman, dan para psikiater lebih memilih istilah "gangguan dismorfik tubuh" atau BDD (body dysmorphic disorder).
BDD adalah kondisi kesehatan mental parah yang menyebabkan tekanan yang sangat besar dan mengganggu kemampuan seseorang untuk berfungsi sehari-hari. BDD juga menjadi salah satu penyebab tingkat bunuh diri tertinggi dari semua kondisi kesehatan mental. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran tentang kondisi ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apa itu gangguan dismorfik tubuh?
BDD didefinisikan sebagai obsesi seseorang terhadap beberapa aspek dari tubuh atau penampilannya yang menurut mereka sangat cacat-padahal sebenarnya orang lain tidak melihat ada sesuatu yang cacat.
Banyak orang tidak puas dengan beberapa aspek dari penampilan mereka, tetapi orang dengan BDD merasakan ketidakpuasan tersebut selama beberapa jam sehari dan ada pikiran dan perasaan yang mengganggu tentang kekurangan yang mereka rasakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kekurangan yang dirasakan ini menyebabkan tekanan emosional yang ekstrem dan masalah yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Orang dengan BDD memiliki kesadaran diri yang berlebihan, sering kali percaya bahwa orang lain memperhatikan, menilai, atau membicarakan kekurangan yang mereka rasakan. Hal ini dapat menyebabkan mereka menghindari hubungan intim dan interaksi sosial-termasuk pekerjaan dan sekolah. Beberapa orang mungkin tidak mau meninggalkan rumah sama sekali.
Orang dengan BDD juga dapat mengalami perasaan jijik, cemas, dan rendah diri yang ekstrem, serta pikiran untuk bunuh diri karena kekurangan yang mereka rasakan sangat mengganggu. Perilaku berulang yang berlebihan-seperti menatap cermin, dandan berlebihan, menggaruk-garuk kulit, atau mencari validasi dari orang lain-juga umum terjadi pada orang dengan BDD.
Meskipun kulit, hidung, gigi, dan mata merupakan bagian tubuh yang paling sering menjadi fokus utama bagi penderita BDD, namun berat badan atau ukuran otot juga dapat menjadi obsesi. Hal ini juga umum terjadi pada orang dengan BDD yang sibuk dengan beberapa bagian tubuh mereka sekaligus.
Gangguan ini biasanya muncul pada usia remaja, tetapi penyebab kondisi ini belum bisa dipastikan sepenuhnya. Beberapa penyebab potensialnya adalah trauma masa kecil, intimidasi yang berhubungan dengan penampilan, genetika, dan ketidakseimbangan kimiawi di otak.
Meskipun BDD bisa terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan, laki-laki mungkin lebih mungkin mengembangkan muscle dysmorphia (kondisi kesehatan mental ketika orang melihat tubuhnya kecil dan kekurangan massa otot). Laki-laki juga lebih cenderung terobsesi dengan alat kelamin mereka daripada perempuan.
Meskipun BDD memengaruhi sekitar 2% orang, kemungkinan prevalensi sebenarnya adalah lebih tinggi pada kenyataannya. Ini karena penderita BDD sering kali takut untuk menceritakan gejala yang mereka alami kepada tenaga kesehatan karena malu atau takut tidak dimengerti.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!