Kemenhub Komitmen Terapkan Logistik Hijau
📅 Kamis, 29 Jul 2021, 14:28 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: Koran Jakarta/ M Zaki Alatas
JAKARTA - Kementerian Perhubungan berkomitmen menerapkan logistik hijau (green logistic) dalam rangka mendukung perlindungan terhadap lingkungan dari bahaya pemanasan global.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menjadi pembicara kunci dalam Webinar "Green Logistic Partnership Conference" yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Perhubungan bekerja sama dengan Sekretariat ASEAN-JAPAN, Kamis (29/7).
"Sebagai negara maritim, Indonesia berkomitmen menerapkan konsep logistik hijau dalam distribusi logistik, melalui transformasi dan dekarbonisasi di sektor transportasi," kata Budi di Jakarta, Kamis (29/7).
Dia mengungkapkan kontribusi sektor transportasi untuk menurunkan gas rumah kaca (GRK) dilakukan melalui penerapan efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan. Misalnya: penerapan pelabuhan hijau (greenport), yang memiliki kriteria, penggunaan energi terbarukan, pengelolaan limbah, pengendalian udara, pengendalian pencemaran limbah, dan penggunaan lahan.
Kemenhub, kata Budi, juga telah melakukan sejumlah penelitian sebagai bentuk komitmen mewujudkan logsitik hijau, seperti misalnya: penelitian terkait skema modernisasi armada truk dan integrasi transportasi logsitik untuk transportasi berbasis jalan dan kereta api.
"Transportasi darat menyumbang 91% dari total emisi di sektor transportasi, untuk itu melalui penelitian ini kita akan mengubah truk lama dengan truk yang lebih ramah lingkungan dan juga membangun transportasi jalan dan kereta api yang terintegrasi. Sehingga diharapkan mengurangi penggunaan energi, polusi, dan emisi rumah kaca," katanya.
Mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 59 Tahun2017 tentang pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDG's)/ Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Baru-baru ini Indonesia telah meningkatkan penggunaan shore-connection yang sudah mulai diterapkan di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. Penerapan ini diharapkan dapat mengurangi emisi gas buang kapal di pelabuhan.
"Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 11% pada tahun 2030 untuk sektor energi, termasuk transportasi. Oleh karena itu, saya menyambut baik adanya pertemuan ini dalam rangka mempromosikan dan membangun kesadaran kita semua untuk berkomitmen mengimplementasikan logistik hijau ini di negara-negara ASEAN dan Asia," tutup Budi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!