Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenhan Thailand Kurangi Personel Angkatan Bersenjata

📅 Sabtu, 23 Mar 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenhan Thailand Kurangi Personel Angkatan Bersenjata Doc: AFP/Madaree TOHLALA
Ket. Perampingan Personel | Sejumlah tentara berbaris saat peringatan Hari Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand di kamp Chulabhorn, Provinsi Narathiwat, pada Januari 2022 lalu. Pada Kamis (21/3), Kemenhan Thailand membeberkan rencana untuk merampingkan personel angkatan bersenjata  untuk bisa menghemat anggaran militernya. 

BANGKOK - Kementerian Pertahanan Thailand berencana untuk mengurangi jumlah personil militernya sebanyak 700 orang dan memindahkan unit militer dalam tiga tahun ke depan dan akan merestrukturisasi angkatan bersenjatanya dengan harapan dapat menghemat hingga 34 juta baht.

Menteri Pertahanan Sutin Klungsang mengatakan rincian tersebut diputuskan pada pertemuan Dewan Pertahanan Thailand pada Kamis (21/3) di mana dewan tersebut menyetujui tahap awal perampingan angkatan bersenjata selama tahun fiskal 2025-2027.

"Masyarakat dapat merasa tenang seiring dengan berjalannya reformasi untuk memperkecil jumlah militer," kata Sutin. "Aspek kuncinya adalah pengurangan personel tahap awal yang merupakan hal mendesak antara tahun anggaran 2025-2027 dengan menghilangkan jabatan-jabatan yang tidak diperlukan, termasuk yang akan memasuki masa pensiun, yang berjumlah lebih dari 700 jabatan," imbuh dia.

Tujuan Menhan Sutin untuk merampingkan angkatan bersenjata telah dikemukakan dalam debat tentang rancangan anggaran untuk tahun fiskal 2024 pada 4 Januari lalu. Sutin mengatakan bahwa dia telah mengeluarkan peraturan baru yang berfokus pada pensiun dini yang bertujuan untuk mengurangi jumlah perwira tinggi di tiga cabang militer sebesar 50 persen atau sekitar 380 orang pada 2027.

Juru bicara Kemenhan Thailand, Laksamana Muda Thanitpong Sirisawetsak, mengatakan pada Kamis bahwa komite tersebut juga menyetujui penggabungan beberapa divisi untuk mengurangi redundansi tugas.

Salah satu contohnya adalah Kantor Sekretaris Komite Personel Cadangan dan Divisi Rekrutmen, Departemen Sumber Daya Pertahanan, yang diharapkan dapat digabungkan dengan Kantor Sekretaris Permanen Kementerian.

"Komite itu juga berencana untuk mereformasi beberapa struktur militer, seperti Departemen Teknologi Informasi dan Pertahanan Luar Angkasa, untuk menjadikan fungsinya lebih kohesif dengan Pusat Siber Militer, yang akan segera ditingkatkan menjadi Komando Siber Militer," ucap Thanitpong.

Beberapa organisasi juga akan diubah seperti Kantor Kebijakan dan Perencanaan Pertahanan Asean, yang akan menjadi Kantor Kerja Sama Internasional dan Asean. Sementara Pusat Koordinasi Proyek Inisiatif Kerajaan dan Pusat Koordinasi Keamanan akan berubah menjadi Kantor Pengembangan Proyek Inisiatif Kerajaan.

Deskripsi Tugas

Dalam berita terkait, Sutin mengatakan bahwa dia telah memerintahkan Departemen Advokat Jenderal untuk mengubah peraturan yang terkait dengan deskripsi tugas prajurit.

Perintah tersebut menyusul video viral yang diposting oleh seorang mantan prajurit wajib militer pada 10 Maret lalu, yang menggambarkan kehidupan di angkatan laut sebagai pembantu rumah tangga perwira, yang termasuk tugas di dalamnya adalah mencuci pakaian dalam istri bosnya.

"Harus ada deskripsi tugas resmi untuk wajib militer yang diharuskan bekerja di kediaman atasan mereka," kata Sutin. Ant/BangkokPost/TNA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Menlu Marco Rubio Tegaskan ...
Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.