Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jakbar Tambah Pompa di Tanjung Duren untuk Atasi Banjir

📅 Senin, 02 Des 2024, 18:10 WIB | Oleh:
Jakbar Tambah Pompa di Tanjung Duren untuk Atasi Banjir Doc: Tangkapan Layar/Risky Syukur
Ket. Banjir di Jalan Tanjung Duren Raya, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu (16/11).

JAKARTA - Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat menambah pompa berkapasitas 1.000 liter per detik (lps) di Tanjung Duren, Grogol Petamburan, untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut.

Pompa tersebut terletak di sisi kanan Jalan Letjen S. Parman, tepatnya pada pertemuannya dengan Jalan Tanjung Duren Raya. Di kawasan itu sering banjir dan pompa bergerak (mobile) yang ditempatkan dekat ternyata belum cukup untuk mengatasi banjir.

"Makanya kita tambah pompa stasioner kapasitas 1.000 lps," kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat Purwanti Suryandari saat dihubungi di Jakarta pada Senin.

Pompa tersebut, kata Purwanti, telah dibangun sejak Juni 2024 dan kini sudah mulai operasional. "Kemarin mulai Juni (2024) dibangun, sekarang sudah mulai operasional, masih uji coba," kata Purwan

Purwanti mengharapkan pompa permanen (stasioner) tersebut dapat mengatasi genangan atau banjir di Jalan Tanjung Duren Raya.

"Harapannya bisa mengatasi banjir area situ, depan Gedung Damkar kan sering banjir ya," kata Purwanti.

Sudin SDA Jakarta Barat (Jakbar) juga menyiagakan 148 pompa stasioner, 70 pompa bergerak serta 50 pompa apung untuk mengantisipasi banjir di wilayah tersebut.

"Jadi kita ada 46 rumah pompa dengan 148 unit pompa stasioner, terus kita juga ada 70 pompa mobile, lalu kita punya 50 unit pompa apung," ungkapnya saat dihubungi di Jakarta pada Selasa (5/11).

Purwanti mengatakan bahwa pompa-pompa tersebut difungsikan sesuai dengan tipe masing-masing pompa.

"Kalau pompa stasioner menyatu dengan rumah pompa. Kalau pompa mobile itu insidental kita turunkan. Jadi pas musim hujan begini kita pindah-pindah," ungkap Purwanti.

Adapun pompa apung, kata Purwanti, spesifik digunakan untuk mengatasi genangan di jalan-jalan lingkungan, jalan raya ataupun pemukiman warga yang sempit.

"Fungsinya efektif untuk penanganan genangan di gang kecil yang sulit untuk masuk pompa mobile," tutur Purwanti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

56 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.