Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Ini Dia, Kolonel Kopassus yang Pernah Ikut Memburu Kelompok Teroris Poso

Foto : Istimewa

Kolonel Kopassus Ahmad Fikri Musmar.

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Perwira Kopassus asal Prabumulih ini pernah ditugaskan ikut memburu kelompok teroris di Poso. Kini, sang perwira menjabat sebagai Asisten Intelijen di Kodam Iskandar Muda Aceh.

Siapa perwira Kopassus asal Prabumulih Sumatera Selatan yang pernah ikut memburu kelompok teroris Poso ini? Dia adalah Kolonel Inf Ahmad Fikri Musmar. Kolonel Ahmad Fikri lahir di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan pada23 Mei 1976.

Kolonel Ahmad Fikri merupakan merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1997. Sejak lulus dari Akmil, Kolonel Ahmad Fikri memang mulai merintis karir di Kopassus. Di Korps Baret Merah, ia pernah memegang beberapa posisi di antaranya, sebagaiKomandan Batalyon-32/Kopassus dari tahun 2014 sampai 2015, Wakil Komandan Grup 3/Kopassus dari tahun 2016 sampai 2017 dan Asisten Intel Danjen Kopassus dari 2017 sampai 2018.

Dari tahun 2015 sampai 2016, Kolonel Ahmad Fikri juga pernah menjabat sebagai Komandan Distrik Militer 0830/Surabaya Utara.

Jabatan lain yang pernah dipegangnya adalah sebagai Wakil Komandan Sektor 2 Satgas Tinombala pada 2018. Kemudian di tahun yang sama, ia ditarik kembali ke Kopassus untuk menjadi Komandan Grup-2/Sandi Yudha Kopassus. Masih di Kopassus, dari tahun 2018 sampai 2019, Kolonel baret merah asal Prabumulih ini dipercaya sebagai Komandan Grup-3/Sandi Yudha Kopassus.

Selanjutnya, pada tahun 2019, ia menjadi Komandan Distrik Militer 1710/Mimika. Usai tugas di Papua, Kolonel Ahmad Fikri ditarik menjadi Pamen Denma Mabesad dalam rangka pendidikan di Sesko TNI.

Selesai pendidikan di Sesko, pada tahun 2020, ia dipercaya mengisi jabatan Asintel Kasdam Iskandar Muda. Jabatan ini masih dipegangnya hingga sekarang. Beberapa operasi militer yang pernah diikutinya, antara lain Operasi Tinombala pada tahun 2016 dan Satgas Teritorial Nanggala Nemangkawi pada tahun 2019.



(ags/N-3)
Redaktur : Marcellus Widiarto

Komentar

Komentar
()

Top