Logo

Follow Koran Jakarta di Sosmed

  • Facebook
  • Twitter X
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Threads

© Copyright 2025 Koran Jakarta.
All rights reserved.

Sabtu, 15 Feb 2025, 01:00 WIB

Implementasi Pertanian Modern di Kalimantan Tengah

Andi Nur Alam Syah Dirjen PSP Kementan - Panen ini merupakan bagian dari implementasi pertanian modern yang diusung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Foto: ISTIMEWA

Jakarta – Pertanian modern menjadi solusi strategis dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan di Indonesia. Diharapkan Indonesia dapat meningkatkan hasil panen, mengurangi ketergantungan pada impor pangan, serta menciptakan sektor pertanian yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing di tingkat global.

Kementerian Pertanian menyatakan bahwa panen padi yang dilaksanakan di lahan baru daerah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi bukti implementasi pertanian, yang diterapkan secara modern, sekaligus mewujudkan swasembada pangan, yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

"Panen ini merupakan bagian dari implementasi pertanian modern yang diusung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman," kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Andi Nur Alam Syah dalam keterangan di Jakarta, Jumat (14/2).

Seperti dikutip dari Antara, Andi menyampaikan bahwa panen padi dilakukan oleh para petani di Blok B2, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas.

"Mereka sukses menggelar panen raya perdana di lahan sawah ekstensifikasi (cetak sawah baru) yang dikembangkan Kementerian Pertanian dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.

Ia menuturkan bahwa panen perdana tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan program perluasan lahan pertanian untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

"Panen raya perdana itu mencakup lahan seluas 272 hektare yang akan dipanen secara bertahap, mulai dari pekan pertama Februari 2025 ini hingga puncaknya di akhir bulan," tuturnya.

Dia menyampaikan bahwa salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan benih unggul Inpari 32 yang terbukti tahan terhadap genangan air dan mampu beradaptasi di lahan baru.

"Meski menghadapi tantangan seperti serangan hama burung, kami berhasil mengatasinya dengan pemasangan jaring pelindung. Hasilnya, panen perdana ini menunjukkan performa yang sangat baik," ujar Andi.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa panen perdana di Dadahup tidak hanya menjadi simbol keberhasilan program ekstensifikasi, tetapi juga memberikan harapan baru bagi petani di Kapuas untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.

"Dengan dukungan penuh dari Kementan, lahan-lahan baru seperti di Blok B2 diharapkan menjadi pusat-pusat produksi pangan strategis di masa depan," imbuh Andi.

Capaian Signifikan

Sementara itu, Ketua Brigade Pangan Pambelum Hasni Hidayat mengatakan bahwa hasil produksi panen padi di daerah itu mencapai rata-rata 3 ton per hektare.

Menurut Hasni, jumlah tersebut sebuah capaian signifikan mengingat lahan tersebut merupakan lahan baru.

"Progres pertanaman kami luar biasa. Saat ini, kami sedang menggarap 5 hektare dan targetnya akan terus berkembang hingga mencapai 200 hektare. Kami optimis hasil panen akan terus meningkat seiring berjalannya waktu," kata Hasni.

Menurut Hasni, dukungan pemerintah melalui Kementan menjadi kunci keberhasilan pengolahan pertanian di daerah itu. Berbagai bantuan seperti pupuk, benih unggul, dan alat mesin pertanian (alsintan) berperan besar dalam meningkatkan produktivitas.

"Sebagian besar lahan di Blok B2 masih menunggu masa panen, yang diperkirakan akan mencapai puncaknya dalam beberapa minggu ke depan. Kondisi tanaman sangat baik, menjanjikan hasil yang optimal," kata Hasni.

Di tempat terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan jajaran Kementerian untuk bekerja dengan profesionalisme, menjunjung tinggi meritokrasi serta mengawal swasembada pangan tanpa terlibat praktik korupsi.

Redaktur: Andreas Chaniago

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Tag Terkait:

Bagikan:

Portrait mode Better experience in portrait mode.