Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IMF Sebut Ekonomi Global Diguncang dari Berbagai Sisi

📅 Senin, 18 Jul 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
IMF Sebut Ekonomi Global Diguncang dari Berbagai Sisi Doc: ANTARA/DHEMAS REVIYANTO
Ket. MANAGING DIRECTOR IMF KUNJUNGI SARINAH I Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva (kedua dari kanan) menyampaikan keterangan pers didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (kedua dari kiri) dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (kanan) usai melakukan kunjungan di Gedung Sarinah, Jakarta, Minggu (17/7). Dalam kunjungannya tersebut, Georgieva berkeliling mengunjungi instalasi kain Batik Garuda Nusantara sepanjang 74 meter di area lobi selatan, melakukan tur di Department Store dan menyampaikan kesannya di relief peninggalan Presiden Pertama Indonesia, Sukarno.

» Saat ini menurut IMF dunia akan mendapat lebih banyak kejutan yang akan datang.

» Kerja sama multilateral bantu negara berkembang mendapat penundaan pembayaran utang.

JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan ekonomi dunia saat ini benar-benar mengalami guncangan yang datang dari berbagai sisi dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, mengatakan guncangan ekonomi yang dampaknya dirasakan saat ini berasal dari pandemi Covid-19 yang membuat ekonomi dunia terhenti dan mendorong ke dalam resesi. Dampak tersebut juga memicu respons kebijakan yang belum terjadi sebelumnya.

Georgieva dalam seminar bertajuk Macroeconomic Policy Mix for Stability and Economic Recovery, di Bali, pekan lalu, mengatakan pandemi belum usai, tetapi dunia kini dihadapkan dengan tensi geopolitik Russia-Ukraina, yang menciptakan guncangan selanjutnya.

Tensi geopolitik tersebut berimbas terhadap melonjaknya harga-harga komoditas dunia, dan mempercepat laju inflasi, hingga mendorong bank sentral harus mengambil langkah yang cepat untuk mengendalikannya dengan melakukan normalisasi kebijakan moneter.

Di tengah tren kenaikan suku bunga acuan bank sentral yang tajam, lagi-lagi menimbulkan tantangan tersendiri bagi negara berkembang yang memiliki tingkat utang dalam mata uang dollar karena mereka kesulitan untuk membayar.

"Mereka terimbas pengetatan kondisi keuangan melalui kenaikan suku bunga, tapi di sisi lain, mereka juga terkena apresiasi dollar yang sangat cepat, mempengaruhi perekonomian dunia. Jadi, ini adalah situasi yang sangat berbeda," kata Georgieva.

"Hari ini adalah waktu yang jauh lebih sulit bagi para pembuat kebijakan. Karena kebijakan moneter harus diperketat, tapi kebijakan fiskal harus menyanggah untuk kelompok masyarakat rentan dan dunia usaha. Mereka itu yang terkena dampak pengetatan kebijakan moneter ini," katanya.

Respons kebijakan yang tepat, kata Georgieva, adalah sinkronisasi akomodasi kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Dua kebijakan itu harus dalam arah yang sama dalam memitigasi dampak dari guncangan yang terjadi.

Dengan kata lain, kebijakan moneter dan fiskal masih harus berjalan beriringan, namun saling bertentangan satu sama lain. Artinya, jika kebijakan fiskal tidak dikalibrasi dengan tepat, tidak akan memberikan dukungan yang tepat sasaran.

Begitu pula jika tidak berlabuh dalam kerangka berkelanjutan jangka menengah, dan tanpa diikuti kebijakan moneter yang tepat, hasilnya akan menciptakan lebih banyak tekanan untuk pengetatan kebijakan keuangan.

Menurut Georgieva, kebijakan makroprudensial adalah aspek fundamental yang hanya dapat diatasi dengan reformasi struktural dengan bauran kebijakan atau policy mix yang tepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Berikut Harga BBM Per 5 Oktober 2026 yang Masih Stabil

49 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Berikut Harga BBM Per 5 Okt...
Advertisement
Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.