Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Beras Dunia Bakal Ikut Melonjak

📅 Senin, 12 Sep 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Harga Beras Dunia Bakal Ikut Melonjak Doc: Sumber: BPS– Litbang KJ/and

» India mengenakan bea keluar 20 persen untuk beberapa jenis beras ekspor mereka.

» Pencabutan subsidi pupuk akan berdampak pada meningkatnya HPP.

JAKARTA - Setelah harga beberapa komoditas pangan global melonjak seperti gandum dan kedelai maka harga beras diperkirakan juga akan ikut melonjak. Lonjakan itu dipicu oleh pembatasan ekspor beras oleh India yang merupakan kontributor 40 persen dari perdagangan global.

India, pada Jumat (9/9), pekan lalu, memberlakukan kontrol atas ekspor dari beberapa varietas beras dengan mengenakan bea keluar 20 persen untuk beras putih yang tidak digiling, beras merah yang dikupas, dan beras setengah giling atau beras yang digiling seluruhnya. Pembatasan tidak berlaku untuk beras basmati, varietas gandum paling terkenal di India.

Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi telah mengambil langkah-langkah untuk menopang ketahanan pangan dan menahan inflasi yang disebabkan oleh gangguan pasokan akibat pandemi Covid-19 dan perang di Ukraina.

Pakar di Dewan Penelitian Hubungan Ekonomi Internasional India, Ashok Gulati, mengatakan pembatasan ekspor akan membantu menjinakkan inflasi domestik pada sereal.

"India telah mengekspor hampir 40 persen dari perdagangan global, dan itu menurunkan harga global. Bagian dari daya saing ini berasal dari subsidi besar pada pupuk dan listrik, dan langkah ini sebagai upaya untuk memulihkan sebagian dari subsidi tersebut," katanya.

Selain itu, hujan monsun di India yang tidak merata tahun ini, meningkatkan kekhawatiran tentang penurunan produksi beras dan harga pangan yang lebih tinggi pada saat biaya bahan makanan impor meningkat. Inflasi tahun berjalan sekitar 7 persen, di atas target pada kisaran 4-6 persen yang diproyeksikan Reserve Bank of India. Hal itu telah meningkatkan suku bunga pinjaman tiga kali tahun ini dalam upaya untuk menahan harga.

India memberlakukan pembatasan ekspor gandum dan gula tahun ini, tetapi telah menunda untuk beras, sehingga harga beras tidak naik secepat beberapa makanan lainnya. India mengekspor beras senilai 8,8 miliar dollar AS pada tahun keuangan 2020-21.

Pasar terbesarnya untuk beras non-basmati termasuk Nepal dan Bangladesh, Uni Emirat Arab, Irak, Malaysia dan Afrika Barat.

Ancam Stabilitas

Koordinator Nasional untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Said Abdullah, yang diminta pendapatnya, mengatakan stok pangan global belum sepenuhnya aman, sehingga banyak negara memproteksi produksinya. Tingginya kerawanan pangan tersebut, katanya, bisa membahayakan stabilitas negara.

Menurut Said, dalam menghadapi situasi tersebut maka ada dua hal yang perlu dibenahi. Pertama, mengubah paradigma pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi namun juga kesejahteraan petani. "Kepastian harga, dukungan sarana, dan fasilitasi penguatan kapasitas menjadi mutlak," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Evakuasi Korban KM Nurul Salsa
Luar Negeri
Angka Kelaparan di Afrika L...
Luar Negeri
Australia Protes Uji Coba M...
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 5
Rupiah Menguat, Harga Emas Turun
📅 Selasa, 21-Jul-2026
# 5
Rupiah Menguat, Harga Emas Turun
📅 Selasa, 21-Jul-2026
Rupiah Menguat, Harga Emas Turun
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.