Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Harapan dari KTT G20

Foto : koran jakarta/ones
A   A   A   Pengaturan Font

Pada KTT G20 di Hamburg, Jerman, 8 Juli 2017, AS malahan keluar dari perjanjian karbon. Ini memicu uji rudal balistik Korea Utara dan memanaskan kawasan Korea dan Jepang. Bagi Indonesia cukup pahit karena jatuhnya keputusan larangan ekspor CPO ke Eropa dan masih menjadi polemik sampai saat ini.

Sinyal positif AS lainnya, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un disapa Trump dalam lawatan denuklirisasi di Korea Selatan. Kim Jong-un menyambut salam media sosial Trump sebagai indikasi yang baik.

Posisi ekonomi negara G20 sangat strategis karena memiliki rasio PDB 69,38 persen terhadap dunia. Kontribusi GDP AS dan Tiongkok sangat dominan: 30,66 persen dan 18,81 persen terhadap total GDP G20. Kontribusi keduanya juga tetap mayoritas terhadap GDP dunia: 21,27 persen dan 13,05 persen. Tidak mengherankan, mereka berseteru, maka seluruh dunia menerima getahnya.

Proyeksi tiga lembaga pemeringkat internasional atas optimisme pertumbuhan ekonomi 2019 juga sering dikoreksi karena ketidakpastian masa depan. OECD, misalnya, memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2019 menjadi 3,2 persen dari 3,3 persen.

Baca Juga :
Piutang BLBI

IMF juga koreksi prediksi Januari 2019 sebesar 3,5 persen menjadi 3,3 persen. Bank Dunia malah lebih pesimistis mengubah dari mengubah dari 3 menjadi 2,9 persen. Argumentasinya hampir seragam lantaran kinerja investasi lebih buruk dari perkiraan dan meningkatnya eskalasi perang dagang AS-Tiongkok.
Halaman Selanjutnya....

Komentar

Komentar
()

Top