Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Guru Besar Ini Sarankan agar Dilakukan Optimalisasi Lahan untuk Tekan Risiko Kekurangan Beras di Maluku

📅 Kamis, 23 Mei 2024, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Guru Besar Ini Sarankan agar Dilakukan Optimalisasi Lahan untuk Tekan Risiko Kekurangan Beras di Maluku Doc: Antara/Dedy Azis
Ket. Guru besar bidang teknologi pangan Unpatti Prof La Ega.

Ambon - Guru Besar Bidang Teknologi Pangan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Prof La Ega mengemukakanoptimalisasi lahan sawah dan perkebunan dapat menekan risiko kekurangan beras di Maluku pada 2045.

"Untuk Maluku Emas tahun 2045, jika produksi beras tidak ditingkatkan, maka kita mengalami kekurangan beras sebesar kurang lebih 128.602 ton per tahun atau setara Rp1,93 triliun.Namun bila 31.113 hektare potensi lahan sawah dimanfaatkan, maka kita hanya mengalami kekurangan beras sebesar 17.832 ton per tahun atau nilainya setara Rp267,48 miliar," kata Prof La Ega di Ambon, Rabu.

La Ega menjelaskan hal itu berdasarkandata rata-rata produksi beras lokal Maluku selama lima tahun terakhir, sampai 2023 yang mencapai 69.000 ton per tahun dihasilkan dari rata-rata lahan sawah tergarap seluas 21.248 hektare atau baru mencapai 68,29 persen dari potensi lahan sawah Maluku seluas 31.113 hektare.

"Saat ini kondisi yang kita hadapi adalah hasil produksi yang bila bandingkan dengan data kebutuhan beras 2023 sebesar 142.220 ton, maka saat ini Maluku masih mengalami kekurangan beras sebesar 73.220 ton (setara Rp1,1 triliun)," tuturnya.

Ia melanjutkan pada 2023,secara keseluruhan, bersama dengan komoditas pangan lain, Indikator prevalensi ketidakcukupan pangan Maluku mencapai 30,27 persen atau kategori sangat tinggi dan masih lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya sebesar 8,53 persen berdasarkan data BPS dan Kementerian PPN/Bappenas 2023.

"Kondisi ini menggambarkan bahwa kita masih jauh dari pencapaian tujuan SDGs ke-2 yaitu tanpa kelaparan," katanya.

Selanjutnya La Ega juga mengatakan bahwa komoditas berikutnya yang harus dioptimalkan yaitu bawang merah dan telur.

Pada 2023 Maluku mengalami kekurangan produksi bawang merah sebesar 3.531 ton atau nilainya setara Rp124 miliar, sedangkan kekurangan produksi telur sebesar 5.663 ton atau nilainya setara Rp192 Miliar.

"Dengan rata-rata laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,27 persen maka di 2045 kita mengalami kekurangan bawang merah sebesar kurang lebih 4.517 ton yang nilainya setara Rp203 Miliar, dan kekurangan telur sebesar 7.245, ton yang nilainya setara Rp307 Miliar," katanya menjelaskan.

Oleh sebab itu ia berharap pemerintah bersama instansi terkait dapat mengoptimalkan segala program untuk dapat memaksimalkan penggunaan lahan sawah dan perkebunan di Maluku demi ketahanan pangan di provinsi itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

41 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.