Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gen Z Dinilai Lebih Kritis, Mampu Redam Polarisasi Pemilu 2024

📅 Kamis, 27 Okt 2022, 11:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gen Z Dinilai Lebih Kritis, Mampu Redam Polarisasi Pemilu 2024 Doc: antara
Ket. Ilustrasi generasi Z.

YOGYAKARTA - Sistem monitoring percakapan di platform online berdasarkan big data Drone Emprit menyebutkan Generasi Z atau generasi yang lahir antara tahun 1995 sampai 2012 bisa menjadi peredam potensi polarisasi akibat narasi politik menjelang Pemilu 2024.

"Generasi Z ini tidak sepenuhnya menyepakati narasi-narasi yang diangkat oleh seniornya (Milenial dan Generasi X), kalau saya lihat lebih kritis terhadap informasi," kata Lead Analyst Drone Emprit Rizal Nova Mujahid saat dihubungi di Yogyakarta, Kamis (27/10).

Menurut Rizal, Generasi Z dengan usia antara 13 sampai 23 tahun dalam peta percakapan di media sosial cenderung tidak mengikuti narasi yang dibangun generasi milenial (25-34 tahun) dan generasi X (41-56 tahun) menjelang Pemilu 2024.

Berdasarkan pemantauan Drone Emprit selama tiga bulan terakhir tahun 2022, kata dia, perbincangan politik generasi milenial yang mendominasi medsos hingga kini belum mengarah pada adu gagasan atau program, melainkan masih bersifat menyerang pribadi tokoh dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) seperti saat Pilkada DKI 2017 dan Pemilu 2019.

Adapun tokoh yang paling dominan diperbincangkan, disebutkan Rizal, mengerucut pada tiga nama yakni Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto.

"Enggak ada narasi yang lain, polanya masih sama, mengarah ke orangnya, serangan ke personal, dan bukan serangan kepada program," kata dia.

Dengan begitu, Rizal menilai pola narasi Generasi Milenial di medsos masih berpotensi memicu polarisasi atau pembelahan di masyarakat menjelang pemilu mendatang.

"Sebenarnya polarisasi bukan sudah terpetakan, tapi sudah terjadi. Kami melihat polarisasi sudah lama berjalan dan masih berjalan," ujarnya.

Karena itu, Generasi Z yang memiliki persentase pengguna medsos mencapai 8,2 persen (13-17 tahun) sampai 11,6 persen (18-24 tahun) dengan karakter yang kritis perlu terus diarahkan dan didorong untuk meredam polarisasi.

"Saya berharap banyak pada Generasi Z ini karena mereka terbiasa dengan gadget, terbiasa ngecek informasi yang ada, berbeda dengan Generasi Milenial," ujarRizal.

Selain tidak mengikuti pola narasi yang dibangun para pendahulunya, kata dia lagi, platform medsos yang digunakan Generasi Z juga berbeda.

Jika Generasi Milenial dan Generasi X lebih banyak menggunakan Facebook, menurut dia, Generasi Z lebih dominan menggunakan instagram dan Tiktok sebagai medan percakapan baru.

Sementara itu, lanjut Rizal, Tiktok sebagai platform baru memiliki pertambahan pengguna sangat signifikan setiap bulan dengan konten-konten bertema politik yang tidak kalah banyak.

"Saya kira di 2024 itu akan ada 'medan perang' baru dan di medan 'perang baru' itu akan diisi oleh generasi yang lebih kritis terhadap informasi dan saya berharap kepada Generasi Z, agar politik di Indonesia ke depan menjadi politik yang lebih sehat narasi dan diskusinya," kata dia pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Benyamin S Award untuk Tingkatkan Kinerja Kelurahan

34 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Benyamin S Award untuk Ting...
SEJARAH

4.000 Artefak Terkumpul dari Proyek MRT

36 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
4.000 Artefak Terkumpul dar...

Pelantikan Wakil Panglima TNI

53 menit yang lalu | Ones

Nasional
Pelantikan Wakil Panglima TNI
Luar Negeri
Aktor Bollywood Imran Khan ...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.