Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Gawat Kalau Benar! Bukan 5.000, Kasus Covid-19 Harian di Indonesia Diyakini Sudah Puluhan Ribu Akibat Subvarian Ini

Foto : Reuters

Ilustrasi

A   A   A   Pengaturan Font

Pakar epidemiologi dari Griffith University Dicky Budiman meyakini jumlah kasus harian Covid-19 di Indonesia jauh lebih tinggi dari jumlah yang dilaporkan. Sebagaimana diketahui jumlah kasus baru di Tanah Air per Selasa (19/7) pukul 12.00 WIB, berjumlah 5.085 kasus.

"Lima ribuan kasus pun belum menemui semuanya. Kasus ini jauh lebih besar dari laporan hari ini," kata Dicky dalam keterangan tertulis seperti yang dikutip pada Rabu (20/7).

Dicky meyakini bukan mustahil angka harian COVID-19 sebenarnya bisa mencapai 50 hingga 100 ribu per hari mengingat subvarian Omicron BA.4 dan BA.2.75 yang ada di Indonesia memiliki karakteristik penyebaran yang relatif cepat.

"Bicara jumlah kasus sebetulnya ini meskipun kita menemui 50 ribu, bahkan 100 ribu, sebetulnya sesuatu yang tidak aneh dengan BA.5," terang Dicky.

Bahkan, Dicky menuturkan subvarian tersebut dilaporkan mampu kembali menginfeksi manusia jauh lebih cepat di beberapa negara.

Dicky menilai pentingnya mencegah infeksi subvarian Omicron supaya tidak menimpa kelompok masyarakat yang paling berisiko seperti lansia atau mereka yang memiliki komorbid. Ia juga mewanti-wanti pihak yang belum menerima vaksin dosis ketiga atau booster.

"Upaya saat ini jangan menunggu ledakan kasus, terutama kejar cakupan tiga dosis vaksinasi. Ini pekerjaan rumah yang harus segera dikejar," jelas Dicky.

Secara terpisah, Ketua Satuan Tugas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengimbau perlunya kembali mengetatkan protokol kesehatan di ruang publik.

"Namun bukan berarti anda duduk di bus atau kereta bebas batuk dan tanpa masker. Kita tetap perlu berhati-hati, saling jaga, dan tidak jemawa sambil berdoa semoga gelombang besar tidak datang," katanya.

Walaupun demikian, Zubairi menilai Indonesia belum perlu menaikkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah.

"Saya rasa belum perlu menaikkan level PPKM, meski ada tambahan 5.085 kasus baru," ujarnya.

Pertambahan sebesar 5.085 kasus baru pada Selasa (19/7) menjadikan keseluruhan kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 6.143.431 orang. Adapun penambahan kasus positif didominasi berasal dari DKI Jakarta dengan 2.485 orang, disusul Jawa Barat 971 orang, 649 orang di Banten, serta Jawa Timur 344 orang.

Sementara kasus aktif di Indonesia mengalami penambahan sebanyak 2.483 orang menjadi 30.989 orang. Sementara kasus sembuh Covid-19 di Indonesia bertambah 2.596 orang sehingga total mencapai 5.955.577 orang.


Editor : Fiter Bagus
Penulis : Suliana

Komentar

Komentar
()

Top