Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Gawat Jangan Sampai Ini Varian Baru, Pasien Covid-19 di Surabaya Memiliki CT Ekstrim

Foto : Antara Foto
A   A   A   Pengaturan Font

Varian virus Corona kian hari bervariasi baru-baru ini WHO mengumumkan varian Corona baru yaitu Varian MU. Bahkan Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya turut mewaspadai adanya varian baru Covid-19 yang masuk ke Indonesia.

Baru-baru ini tim Medis di rumah sakit darurat Covid-19 Surabaya menemukan fenomena aneh dan ekstrim dari sejumlah pasien Covid-19 yang sedang dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya.

Penanggungjawab RSLI, Laksamana Pertama dr Ahmad Samsulhadi mengatakan salah satu pasien menunjukkan hasil CT Value ekstrim atau sangat rendah yang berada di angka 1,8.

Ia mengungkapkan, jika terdapat salah satu pasien yang nilai CT yang rendah memiliki potensi penularan tinggi. Dikhawatirkan merupakan tanda-tanda infeksi Covid-19 mutasi baru.

"Untuk penanganan pasien PMI, kita sangat antisipatif, terutama kemungkinan varian baru muncul. Karena kami menemukan nilai CT value 1,8 pada satu pasien," kata Samsulhadi, Rabu (8/9).

"Sampai saya tanya dan konfirmasi ke dr. Fauqa, ini nilai CT valuenya 1,8 atau 18? Mohon swab PCR nya di ulang, karena pasien ini sudah dirawat 12 hari," sambungnya

Setelah melakukan proses PCR ulang, dr Samsulhadi mengatakan jika nilai CT value pasien tersebut memang 1,8 dan Tak hanya terjadi pada satu orang tetapi ada beberapa pasien yang sudah dirawat 10 hari, tapi nilai CT valuenya masih di bawah 15.

"Setelah diulang, ternyata nilainya memang masih 1,8. Juga beberapa pasien PMI yang sudah 10 hari dirawat, tapi nilai CT Value-nya masih di bawah 15," ucap dia.

Menurut Samsulhadi, ini merupakan fenomena baru dan hal aneh yang ditemukan pihaknya. Sehingga membuat sejumlah dokter di RSLI untuk terus bekerja dan menindaklanjuti penemuan tersebut.

"Ini fenomena baru dan masih kita tindak lanjuti. Karena fenomena yang aneh, saya sudah meminta dr Fauqa untuk menindaklanjuti," katanya.

Sementara, Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) RSLI, dr. Fauqa Arinil Aulia mengatakan pihaknya akhir-akhir ini sering menemukan sejumlah pasien dengan CT value yang ekstrim dan cenderung rendah.

Temuan itu, bahkan bertentangan dengan temuan dan teori kasus-kasus Covid-19 yang ditemukan sebelumnya di RSLI. Di mana CT value pasien akan bertahap naik dan membaik menjelang pekan ke 2 dirawat.

"Fenomena yang ada di RSLI akhir-akhir ini memang kami menemukan CT Value ekstrem, dan masih pada angka yang sangat rendah. Padahal teorinya, pada varian lain, progresnya baik, CT Value naik. Bahkan hari ke 13 sudah negatif. Sedangkan sekarang ini kok malah kebalikannya, minggu kedua seperti mulai kembali terserang, dengan indikasi nilai CT Value yang masih rendah, di bawah 25 bahkan di bawah 5," kata Fauqa.

Dengan temuan ini, Fauqa mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah ini varian baru atau bukan tetapi pihaknya saat ini tengah mewaspadai varian MU.

Sebab, hingga kini masih menunggu hasil Whole Genome Sequencing (WGS).

"Kami sudah tindaklanjuti dan mengirimkan 78 sampel untuk whole genome sequencing (WGS) dengan tujuan untuk lebih detail mengetahui karakteristik virus. Dan sampai saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratoriumnya. Proses di Tropical Disease Centre (TDC) Universitas Airlangga (Unair)," ucapnya.

Seperti diketahui, Covid-19 Varian MU atau B.1.621 ini telah menginfeksi lebih dari 39 negara. Varian MU ini disebut memiliki kebal terhadap vaksin.

"Seperti yang baru dirilis WHO, yaitu varian Mu yang termasuk Varian of Interest (VoI), sekarang ini perkembangannya sudah melanda di lebih 39 negara," ujarnya.

Fauqa mengatakan varian Mu ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Sebab mutasi ini masuk dalam VoI atau sifatnya tidak berubah dari gejala klinis, perkembangan di penyakitnya dan juga cara terapinya penanganannya masih sama.

Perlu diwaspadai adalah adalah Varian of Concern (VoC) contohnya varian Delta, dan Varian of High Consequence (VoHC) yang sekarang memang belum terbukti ada.

"Varian Delta kemarin termasuk VoC, seperti kita tahu kemarin sangat heboh, outbreak-nya luas dan mereka yang terinfeksi Delta, nilai CT Valuenya rata-rata dibawah 25,dan ada yang ekstrim dibawah 5," kata dia.


Editor : Fiter Bagus
Penulis : Aris N

Komentar

Komentar
()

Top