Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Filipina Berduka atas Wafatnya Benigno Aquino

25 Jumat, 25 Jun 2021, 05:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Filipina Berduka atas Wafatnya Benigno Aquino Filipina Berduka atas Wafatnya Benigno Aquino Doc: AFP/TED ALJIBE
Ket. Benigno “Noynoy” Aquino III

MANILA - Mantan Presiden Filipina, Benigno "Noynoy" Aquino III, telah wafat pada Kamis (24/6) di usianya yang ke-61 tahun akibat derita gagal ginjal.

Aquino, yang menjabat sebagai Presiden Filipina pada periode 2010 hingga 2016, adalah anak laki-laki satu-satunya dari pasangan mendiang mantan Presiden Corazon "Cory" Aquino dan suaminya yang terbunuh, Senator Benigno "Ninoy" Aquino, dimana keduanya dihormati karena memimpin perjuangan demi bisa memulihkan demokrasi di negara kepulauan itu.

Juru bicara Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan kematian Aquino beberapa jam setelah media lokal melaporkan mantan presiden itu dilarikan ke rumah sakit di Manila. "Kami bersimpati dan berbela sungkawa terhadap keluarga dan orang-orang terkasih dari mantan presiden Benigno Simeon Cojuangco 'Noynoy' Aquino III," kata juru bicara kepresidenan, Harry Roque. "Kami berterima kasih kepada mantan presiden atas kontribusi dan jasanya kepada negara," imbuh dia.

Selain menderita gagal ginjal, Aquino juga diketahui menderita diabetes. Sampai akhir hayatnya, Aquino hidup melajang meskipun ia diketahui memiliki hubungan dengan sejumlah perempuan.

Ungkapan duka cita pun dicuitkan oleh Menteri Luar Negeri Teodoro Locsin. "Aquino berani menghadapi serangan bersenjata, terluka dalam baku tembak, acuh tak acuh terhadap kekuasaan dan perangkapnya, dan memerintah negara kita dengan sikap dingin yang membingungkan dan semua itu karena dia pintar menyembunyikan perasaannya dengan sangat baik sehingga kerap dianggap tidak peka," tulis Menlu Locsin.

Cuitan Locsin itu mengacu pada sebuah peluru masih bersarang di leher dari lima tembakan yang mengenai Aquino ketika tentara pemberontak menyerang istana presiden pada 1987 dalam upaya kudeta terhadap ibundanya.

Kampanye Antikorupsi

Sebelum digantikan oleh Rodrigo Duterte pada 2016, Aquino dikenal kerap mengobarkan kampanye antikorupsi demi memperjuangkan reformasi ekonomi di negaranya.

Tidak seperti Duterte, Aquino memprioritaskan perjuangan agenda kebijakan luar negeri Filipina untuk menghadapi Tiongkok dalam sengketa Laut Tiongkok Selatan (LTS).

Atas perjuangannya, Aquino berhasil mengajukan kasus sengketa teritorial itu di mahkamah internasional yang didukung PBB untuk menantang klaim Beijing atas kepemilikan sebagian besar wilayah LTS, dimana pada akhirnya Filipina berhasil memenangkan perkara sengketa itu, walau kemudian Beijing bersikeras menolak putusan mahkamah internasional itu. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Madura United Mulai Pasang ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.