FAO Soroti Statistik Kelaparan yang Mengkhawatirkan
📅 Sabtu, 19 Okt 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Anadolu
ROMA - Wakil Direktur Jenderal FAO, Beth Bechdol, menekankan sebanyak 733 juta orang di seluruh dunia menghadapi kelaparan pada tahun 2023, dengan Gaza mengalami salah satu krisis pangan paling parah yang pernah tercatat.
FAO didirikan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah Perang Dunia II pada 16 Oktober 1945 untuk menangani tantangan terkait pangan, nutrisi, dan pertanian. Sejak 1979, tanggal ini diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia.
Pada Rabu (16/10), FAO menyelenggarakan diskusi tentang masalah pangan dan pertanian global, dengan tema tahun ini berfokus pada hak asasi manusia atas pangan.
Dalam wawancara tertulis dengan Anadolu, Bechdol menyoroti keseriusan masalah kelaparan global, terutama di wilayah konflik seperti Gaza, Sudan, Haiti, dan Ukraina.
"Pada tahun 2023, sekitar 733 juta orang menghadapi kelaparan. Ini setara dengan satu dari sebelas orang secara global dan satu dari lima orang di Afrika. Ini tidak dapat diterima," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Hampir setengah populasi dunia saat ini tidak mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan untuk berkembang, dan dalam beberapa kasus, bertahan hidup. Hak atas pangan adalah hak asasi manusia yang mendasar, dan ini adalah tanggung jawab kolektif. Kita harus melakukan yang lebih baik."
Bechdol mengidentifikasi konflik, krisis iklim, dan guncangan ekonomi sebagai penyebab utama kelaparan, yang semakin memperburuk populasi yang rentan.
Mengenai Gaza, Bechdol menekankan kehancuran yang disebabkan oleh lebih dari satu tahun serangan Israel.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita semua menyadari betapa seriusnya situasi di Gaza dengan 96 persen populasi berada diIPC Phases 3ke atas, dalam fase krisis, darurat, dan bencana kelaparan akut, menurut laporan IPC terakhir yang dirilis pada Juni. Kita berbicara tentang lebih dari 2 juta orang yang menghadapi kelaparan setiap hari," paparnya.
IPC merujuk padaIntegrated Food Security Phase Classification (IPC),yaitu sistem yang digunakan untuk mengukur tingkat kerawanan pangan di suatu wilayah.
Sistem tersebut membagi kerawanan pangan menjadi beberapa fase atau tingkatan berdasarkan tingkat keparahannya.
Dia menambahkan penilaian terbaru dengan Pusat Satelit PBB mengungkapkan kerusakan signifikan pada lahan pertanian di Gaza.
"Menurut penilaian kami, hingga 1 September 2024, lebih dari dua pertiga lahan pertanian di Gaza telah rusak. Besarnya kerusakan ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang potensi produksi pangan sekarang dan di masa depan, karena bantuan pangan saja tidak dapat memenuhi kebutuhan harian (baik dari segi kuantitas maupun kualitas nutrisi) bagi rakyat Gaza."
Bechdol menegaskan perdamaian sangat penting untuk memastikan ketahanan pangan, karena tanpa perdamaian, stabilitas produksi pangan tidak dapat tercapai. Bechdol juga membahas situasi kritis di wilayah konflik lainnya:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!