Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Emisi dari PLTU Perlu Diaudit

📅 Selasa, 03 Okt 2023, 08:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Emisi dari PLTU Perlu Diaudit Doc: AFP / ADITYA AJI
Ket. PENDANAAN ENERGI - Gambar ini menunjukkan cerobong asap pembangkit listrik tenaga batu bara Suralaya di Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu. Warga dan LSM lingkungan menuduh Bank Dunia secara tidak langsung mendanai dua pembangkit listrik tenaga batu bara baru di pulau terpadat di Indonesia meskipun ada janji untuk beralih ke pendanaan rendah karbon, menurut pengaduan yang diajukan 14 September.

JAKARTA - Pemerintah perlu mengaudit emisi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) karena polusi udara di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dipicu oleh pembangkit listrik dari energi kotor. Jika langkah tegas tidak dilakukan, dampak buruk dari pencemaran udara ini kian meluas.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan kualitas udara pagi dipengaruhi polusi udara dari malam sebelumnya. Kalau menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehitanan (KLHK) sebelumnya, kontribusi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) pada polusi udara Jabodetabek mencapai 30 persen.

"Menurut saya, pemerintah harus melakukan pemeriksaan emisi dan polusi yang keluar dari PLTU yang ada di sekitar Jakarta," tegas Fabby kepada Koran Jakarta, Senin (2/10).

Fabby menekankan agar setiap PLTU harusnya menggunakan Continuous Emission Monitoring System (CEMS) yang datanya masuk secara real time ke KLHK.

"Jadi datanya harusnya ada. Berdasarkan data CEMS ini KLHK & Dirjen Gatrik melakukan evaluasi, apakah PLTU telah patuh memenuhi batas emisi," ucap Fabby.

Selain itu, dari kajian ini dapat disimulasikan dengan arah angin dampak polusinya di Jabodetabek. "PLTU PLTU tersebut juga harus diberikan peringatan untuk melakukan perbaikan. Jika tidak maka izin operasinya harusnya dicabut," tukasnya.

Seperti diketahui, tanpa hujan, dan bahkan minim tutupan awan, Jakarta terukur memiliki kualitas udara terburuk di dunia pada Sabtu 30 September lalu. Situs IQAir mengukur indeks kualitas udara Jakarta untuk parameter PM2,5 termasuk golongan Tidak Sehat, yakni sebesar 166 atau tertinggi di antara kota-kota besar di dunia.

Jakarta antara lain berada di atas Delhi (160), Doha (158), Dubai (156), Shanghai (154), dan Kuala Lumpur (152). Seluruhnya tergolong kualitas udara Tidak Sehat. Di Jakarta, berdasarkan jaringan 31 stasiun pemantau yang ada, IQAir mengukur konsentrasi PM2,5 sebesar 84 mikrogram per meter kubik. Itu setara 16,8 kali lebih tinggi dari nilai ambang penetapan WHO.

Indeks tertinggi diukur oleh stasiun yang ada di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Polusi udara PM2,5 di titik ini menunjuk angka 180. Fakta hasil pengukuran, hampir seluruh stasiun menunjuk indeks Tidak Sehat.

Surya Darma, Ketua Pusat Studi Energi Terbarukan Indonesia (ICRES) mengakui sekarang PLTU disinyalir menjadi salah satu kontributor cukup besar bagi polusi di kota kota besar, khususnya Jakarta.

Jakarta sendiri, terang Surya, sesungguhnya dikepung kebutuhan listriknya oleh berbagai PLTU baik milik PLN, IPP dan tentu saja yg belum dihitung adalah Captive power.

"Hal ini tentu saja makin memprihatinkan. Apalagi dampak nya saat ini kepada lingkungan termasuk perubahan iklim yang sudah di depan mata. Selain itu, kegiatan transportasi juga berkontribusi positif pada polusi," tandasnya.

Sumber Penyakit

Sementara itu, Peneliti Sustainability Learning Center (SLC), Hafidz Arfandi, mengatakan secara prinsip, penyakit Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) perlu mendapat perhatian khusus dari para stakeholder, termasuk pemerintah dan dunia usaha. Kelompok yang sudah dinyatakan terkena ISPA perlu mendapat perhatian khusus, sedang kelompok-kelompok rentan berisiko seperti anak, ibu hamil, lansia dan penyakit terkait juga perlu mendapat perhatian preventif dengan edukasi keluarga secara masif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Wilayah Barat dan Timur Bog...

BBM Mahal, Warga Tangerang Hijrah ke Pertalite

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
BBM Mahal, Warga Tangerang ...

Bandit yang Memalak di Jakarta Pusat Diringkus

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bandit yang Memalak di Jaka...
Luar Negeri
Swiss Siap Menjadi Tuan Rum...

Warga Russia Dibatasi dalam Membeli Bahan Bakar Kendaraan

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Warga Russia Dibatasi dalam...
Nasional
IABI: Gempa Magnitudo 6,7 d...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp73.000/...
Megapolitan
Warga Tangerang Pertimbangk...
Ekonomi
Pertamina Geothermal Energy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.