Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ditemukan Cara Tingkatkan Produksi Padi dengan Kurangi Gas Metana

📅 Senin, 18 Sep 2023, 00:04 WIB | Oleh:
Ditemukan Cara Tingkatkan Produksi Padi dengan Kurangi Gas Metana Doc: ISTIMEWA
Ket. Ali Ma, peneliti senior di Laboratorium Ilmu Hayati Temasek, mengambil sampel gas metana dari sawah yang dimasukkan ke dalam ruangan.

SINGAPURA - Para ilmuwan dari Temasek Life Sciences Laboratory (TLL), baru-baru ini menemukan cara untuk mengoptimalisasi pertumbuhan padi dengan mengurangi gas metana.

Dikutip dari The Straits Times, tim memasukkan jarum ke dalam kotak tertutup yang berisi tanaman padi di dalamnya untuk mengambil sampel udara. Jumlah metana dari tanaman padi kemudian diukur, sebuah metrik penting untuk proyek yang berupaya melakukan dekarbonisasi beras.

Metana merupakan gas rumah kaca terbanyak kedua setelah karbon dioksida dan menyumbang sekitar 20 persen emisi global. Metana dari pertanian padi saja menghasilkan 1,5 persen emisi gas rumah kaca.

Jumlah metana yang dihasilkan dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi seperti bahan kimia yang ditambahkan ke dalam tanah, varietas padi, dan metode irigasi.

Gas tersebut dihasilkan ketika mikroba anaerobik memakan bahan organik di tanah sawah yang tergenang air, di mana para petani menggunakan praktik penggenangan untuk mengendalikan hama dan gulma.

Beras sendiri juga menghasilkan kadar metana yang bervariasi, tergantung varietasnya. Kondisi yang berbeda telah diuji di laboratorium di National University of Singapore (NUS) sejak 2022, dengan tujuan mengurangi emisi metana setidaknya 20 persen, dibandingkan dengan praktik saat ini tanpa intervensi apa pun.

Tingkatkan Hasil

Proyek ini juga bertujuan agar pertanian padi dapat beradaptasi terhadap perubahan iklim dan pada saat yang sama, meningkatkan hasil panen padi sebesar 5 persen dengan menggunakan lebih banyak varietas yang tahan iklim, meningkatkan kesehatan tanah, dan menggunakan tingkat air dan pupuk yang optimal.

Meskipun beras memberi makan separuh populasi dunia, beras juga bertanggung jawab atas 1,5 persen emisi gas rumah kaca.

Perubahan pola cuaca akibat emisi gas rumah kaca oleh manusia juga telah memicu perubahan iklim sehingga mempengaruhi produksi pangan secara global.

"Penelitian tahap pertama proyek ini telah menunjukkan penurunan emisi metana, sementara produksi beras meningkat," kata peneliti senior di TLL, Naweed Isaak Naqvi.

Ia mempresentasikan penelitiannya kepada komunitas filantropi regional pada Jumat (15/9) di Philanthropy Asia Summit, di mana penelitian itu merupakan salah satu dari delapan proyek yang ditampilkan.

Dana dalam jumlah yang tidak diungkapkan sedang dikumpulkan untuk melaksanakan penelitian beras TLL di luar laboratoriumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.