Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Diskalkulia, Anak yang Kesulitan Belajar Matematika, Bagaimana Membantunya?

📅 Senin, 20 Mar 2023, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Diskalkulia, Anak yang Kesulitan Belajar Matematika, Bagaimana Membantunya? Doc: freepik/jcomp
Ket. Anak-anak dengan diskalkulia bisa terbantu dengan dukungan praktis ketika mengerjakan soal penjumlahan dan penghitungan sederhana.

Jo Van Herwegen, UCL; Elisabeth Herbert, UCL, dan Laura Outhwaite, UCL

Penguasaan matematika yang bagus sering dikaitkan dengan kesuksesan yang lebih besar dalam dunia kerja dan kesehatan yang lebih baik. Tapi sebagian besar di antara kita - hingga 22% di Inggris, negara tempat kami mengajar - mengalami kesulitan dalam belajar matematika. Tak hanya itu, sekitar 6% anak di sekolah dasar di negara tersebut bisa jadi mengidap diskalkulia, suatu gangguan kesulitan belajar matematika.

Dalam perkembangan hidup manusia, diskalkulia merupakan kondisi ketika seseorang kesulitan dalam memahami angka yang terjadi secara terus menerus. Ini bisa mempengaruhi siapa saja, terlepas dari usia atau tingkat kemampuan mereka.

Persentase 6% anak-anak mengidap diskalkulia sama dengan satu atau dua anak dalam setiap kelas yang berisi 30 anak. Angka ini kurang lebih setara dengan estimasi anak-anak yang memiliki gangguan disleksia (gangguan dalam perkembangan baca-tulis). Tapi, baik masyarakat maupun guru relatif kurang mengenal diskalkulia. Riset terkait gangguan ini juga tidak sebanyak riset tentang gangguan belajar lainnya.

Anak-anak dengan diskalkulia bisa jadi kesulitan mempelajari kemampuan dan konsep matematika dasar, termasuk pencacahan, penjumlahan, pengurangan, dan perkalian sederhana. Di kemudian hari, mereka juga bisa mengalami kesulitan dalam memahami fakta dan proses matematika tingkat lanjut, termasuk peminjaman dan pembawaan, hingga memahami pecahan dan rasio, misalnya. Diskalkulia tak hanya mempengaruhi anak dalam pelajaran matematika saja: dampaknya bisa terasa dalam berbagai aspek kurikulum.

Kesulitan-kesulitan ini tidak bisa dianggap sebagai sekadar kemampuan di bawah rata-rata, atau dapat dijelaskan oleh gangguan belajar lain. Meski demikian, anak-anak dengan diskalkulia bisa jadi mengalami gangguan belajar lain secara bersamaan, seperti disleksia dan ADHD (gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas).

Berikut beberapa tips praktis untuk mendukung anak dengan gangguan belajar matematika.

Gunakan Alat Peraga

Anak-anak dengan diskalkulia bisa terbantu dengan dukungan-gukungan praktis ketika mengerjakan soal penjumlahan dan penghitungan sederhana. Bisa jadi mereka akan sering membutuhkan alat bantu praktis, seperti jari mereka atau sempoa. Mereka juga bisa terbantu dengan alat penghitung (counters) dan manik-manik untuk membuat himpunan atau kelompok, maupun menggunakan garis bilangan untuk menggarap soal.

Anak-anak yang lebih tua bisa jadi terbantu dengan adanya suatu kertas contekan atau ringkasan (crib sheet). Ini memudahkan mereka mengakses informasi terkait tabel perkalian atau rumus-tumus tertentu.

Metode-metode pengajaran yang inklusif seperti ini bahkan bisa bermanfaat untuk semua murid, tak hanya mereka yang punya gangguan diskalkulia.

Pecah Soalnya Menjadi Bagian-bagian yang Lebih Mudah

Riset menunjukkan bahwa metakognisi punya dampak positif terhadap pembelajaran matematika. Metakognisi adalah "berpikir tentang berpikir" - misalnya, memikirkan tentang informasi yang kita tahu dan yang tidak kita tahu, atau kesadaran akan strategi-strategi yang kita punya untuk menyelesaikan persoalan.

Mengajarkan anak strategi untuk mengidentifikasi pada bagian mana mereka bisa memulai memecahkan masalah, dan bagaimana caranya memecah persoalan matematika menjadi bagian yang lebih kecil, bisa jadi langkah awal yang baik. Misalnya, orang tua dan guru bisa mendorong anak untuk memakai lagu dan jembatan keledai untuk membantu mereka mengingat strategi-strategi untuk menyelesaikan persoalan tertentu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.