Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dipicu Sentimen Eksternal, IHSG Rawan Koreksi Lanjutan

📅 Kamis, 10 Okt 2024, 07:01 WIB | Oleh:
Dipicu Sentimen Eksternal, IHSG Rawan Koreksi Lanjutan Doc: ANTARA FOTO/ Erlangga Bregas Prakoso
Ket. Pekerja memotret layar yang menampilkan pergerakan IHSG menggunakan gawai di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024).

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksinya, hari ini (10/10). Sentimen penyesuaian kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS) bakal mempengaruhi pergerakan IHSG.

Head of Customer Literacy and Education PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi melihat pasar cenderung mengantisipasi terkait rilis data inflasi AS. Jika inflasi AS kembali melambat, maka hal itu akan mendorong bank sentral setempat (The Fed) lebih konservatif dalam pemangkasan suku bunga. Karenanya, Oktavianus memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Kamis (10/10), bergerak mixed cenderung melemah di kisaran level support 7.450 dan resistance 7.590.

Sebelumnua, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/10) sore, ditutup melemah di tengah pelaku pasar bersikap 'wait and see' terhadap rilis data- data perekonomian AS. IHSG ditutup melemah 55,85 poin atau 0,74 persen ke posisi 7.501,29, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,14 poin atau 0,87 persen ke posisi 931,12.

"Para pelaku pasar mengantisipasi rilis data Inflasi AS, yaitu Consumer Price Index (CPI) pada Kamis (10/10) dan Producer Price Index (PPI) pada hari Jumat (11/10)," sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, pelaku pasar meninggalkan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin oleh Federal Reserve (The Fed) pada bulan depan.

Saat ini peluang ekspektasi penurunan suku bunga sebesar 25 bps mencapai 87,3 persen, dengan peluang The Fed tidak merubah suku bunga mencapai 12,7 persen, dibandingkan pekan lalu yang mana peluang penurunan suku bunga sebesar 50 bps mencapai 36,8 persen.

Dari pasar komoditas, harga kontrak berjangka (Futures) emas turun merosot 1,15 persen, seiring dengan pudarnya ekspektasi pemangkasan suku bunga sebesar 50 bps.

Selain itu, harga kontrak minyak mentah anjlok lebih dari 4 persen, tertekan oleh berita kemungkinan gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor infrastruktur sebesar 0,17 persen, diikuti oleh sektor kesehatan yang naik sebesar 0,13 persen.

Sedangkan, sembilan sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi turun paling dalam minus 0,72 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor barang baku yang masing- masing turun sebesar 0,70 persen dan 0,66 persen.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.212.197 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 34,47 miliar lembar saham senilai 12,76 triliun rupiah. Sebanyak 237 saham naik 334 saham menurun, dan 228 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 340,50 poin atau 0,87 persen ke 39.278,00, indeks Hang Seng melemah 289,54 poin atau 1,38 persen ke 20.637,24, indeks Shanghai melemah 230,91 poin atau 6,62 persen ke 3.258,86, dan indeks Strait Times menguat 18,30 poin atau 0,51 persen ke 3.593,98.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.