CBP Impor Abaikan Nasib Petani
📅 Rabu, 31 Jan 2024, 08:19 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Pemerintah jangan hanya fokus memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP), tanpa memastikan sumbernya berasal dari dalam negeri sendiri. CBP tidak akan membantu petani apabila sumbernya dari impor.
Peneliti Ekonomi Celios, Nailul Huda, mengatakan CBP berfungsi untuk beberapa hal, di antaranya stabilisasi harga saat pemerintah intervensi, patokan harga beras, dan peningkatan kesejahteraan petani.
"Jadi, saya rasa CBP itu cukup penting untuk mengendalikan inflasi secara temporer. Yang penting adalah sumber CBP yang saya berharap lebih banyak diserap dari dalam negeri. Agar fungsi kesejahteraan petani juga jalan," tegas Huda pada Koran Jakarta, Selasa (30/1).
Saat ini, terang Huda, pemerintah seperti kehilangan arah dalam pemenuhan CBP. "Bulog selama 2022-2023 gagal menyerap beras dari petani secara optimal," tegas Huda.
Akibatnya, lanjut Huda, stok beras menipis dan harga tidak dapat dikendalikan. Karena itu, pemerintah tidak punya kekuatan intervensi secara cukup sehingga harus impor lagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini yang harus kita kritik, CBP harus melalui pengadaan beras dalam negeri agar fungsi-fungsi CBP bisa berjalan dengan optimal," tandas Huda.
Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, menilai harga hasil panen petani sering kali ditentukan murah demi alasan menekan inflasi. Bahkan, ketentuan tersebut lebih rendah ketimbang biaya produksi, seperti dalam penetapan harga gabah dan beras tahun lalu.
"Dengan penetapan harga yang rendah ini menjadikan usaha tani tidak menarik untuk generasi muda, sehingga meningkatkan potensi alih fungsi lahan," ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menjelaskan pihaknya telah diinstruksikan agar terus memastikan ketersediaan stok pangan strategis. Penderasan stok cadangan beras pemerintah (CBP) ke berbagai lini pasar juga diminta disegerakan agar masyarakat dapat kian mudah memperolehnya.
"Kemudian tadi Presiden juga menyampaikan agar secepatnya menggelontorkan 200 ribu ton, ini beras komersial juga akan digelontorkan, segera. Kemudian, beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) 1,2 juta ton itu juga harus digelontorkan segera," sambungnya.
Jaga Suplai
Dia menjelaskan penderasan stok CBP penting dipercepat agar dapat berperan sebagai pengganjal ketersediaan pasokan di pasar. Ini akan konsisten dilaksanakan sampai panen raya mendatang.
"Jadi kita punya waktu sekitar dua bulan ini, (untuk lakukan) mengganjal sampai dengan panen itu, di atas 3,5 juta ton. Ini nanti di bulan Maret. BPS (Badan Pusat Statistik) sudah memberikan KSA (Kerangka Sampel Area), pada Maret nanti, produksinya 3,5 juta ton. Itu artinya di atas kebutuhan konsumsi nasional beras sebulan yang 2,5 juta ton," ungkap Arief Prasetyo.
Arief menambahkan beras impor akan distop saat panen raya. Bulog sudah siap dengan stok di atas satu juta ton.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!