Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BRIN Ubah Limbah Tahu Menjadi Biogas

📅 Jumat, 16 Feb 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Ubah Limbah Tahu Menjadi Biogas Doc: ISTIMEWA
Ket. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menciptakan solusi alternatif pengolahan limbah industri tahu secara anaerobik yang mampu menghasilkan energi alternatif berupa biogas.

Peneliti Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN Neni Sintawardani mengatakan proyek penelitian itu terletak di Dusun Giriharja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dan mendapat dukungan dari masyarakat setempat yang berprofesi sebagai penghasil tahu.

"Tujuan utama kami mengolah limbah tersebut agar layak buang. Kemudian melihat respon masyarakat setempat untuk mendukung dengan menyediakan lahan, dan sekaligus ikut aktif berperan dalam pengelolaan IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah)," kata Neni dalam keterangan di Jakarta, Kamis (15/2).

Industri tahu merupakan salah satu industri yang menghasilkan limbah organik berupa limbah padat dan limbah cair. Limbah padat berasal dari proses penyaringan dan penggumpalan, sedangkan limbah cair dihasilkan dari proses pencucian, perebusan, pemadatan, hingga pencetakan tahu yang membuat volume limbah cair menjadi lebih tinggi.

Sedangkan, limbah cair tahu mempunyai bau busuk yang menyengat. Kondisi itu membuat limbah tahu berbahaya karena dapat merusak kualitas air sungai serta mengganggu warga sekitar.

Neni menuturkan pengelolaan limbah cair tahu dilakukan dengan mekanisme anaerobik. Limbah diproses dengan mekanisme anaerobik agar mikroba tidak bisa hidup bila ada udara sehingga harus tertutup.

Menurutnya, limbah tahu yang punya kandungan organik tinggi akan diuraikan oleh mikroba menjadi metana dan karbondioksida atau yang dikenal sebagai energi biogas.

Sistem pengaliran air limbah dari pabrik tahu juga dibenahi untuk memisahkan limbah cair pekat dengan limbah cair encer. Keseluruhan limbah cair dari beberapa pabrik tahu skala kecil dan menengah disalurkan ke IPAL anaerobik. Teknologi yang dikembangkan BRIN tersebut bisa mengantisipasi fluktuasi limbah pada industri tahu skala pengrajin.

"Dengan kapasitas produksi tahu skala besar dalam satu hari, IPAL anaerobik itu mampu memproses limbah cair pekat sebanyak 24 meter kubik per hari. Dari situ dapat dihasilkan biogas yang disalurkan ke rumah warga Giriharja untuk kebutuhan memasak harian," papar Neni.

Nilai Guna

Lebih lanjut dia menguraikan bahwa pengelolaan IPAL anaerobik selama ini dilakukan secara mandiri oleh warga yang sudah membentuk Kelompok Pengrajin Tahu Giriharja, dan diharapkan bisa menambah nilai guna dari unit tersebut.

Inisiasi awal IPAL anaerobik berasal dari masyarakat Giriharja yang peduli dengan kelangsungan kelestarian lingkungan.

"Ke depan, sebagian produk biogas akan disalurkan ke sistem pembangkit listrik sederhana guna memenuhi kebutuhan listrik untuk operasional IPAL anaerobik," pungkas Neni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

56 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.