Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Benahi Tata Niaga Pangan yang Buruk

📅 Kamis, 02 Jun 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Benahi Tata Niaga Pangan yang Buruk Doc: Sumber: Kementerian Perdagangan–Litbang KJ/and/Sop

» Petani tertekan dan dikepung dari segala arah, mulai dari pembatasan harga dan serbuan impor sehingga sulit meraih untung.

» Indonesia harus mandiri pangan dan tidak boleh mengandalkan impor.

JAKARTA - Di tengah ancaman krisis pangan global karena gangguan stabilitas keamanan di beberapa negara produsen pangan dunia, pemerintah diminta untuk segera membenahi tata niaga pangan dalam negeri yang masih buruk. Perlunya membenahi tata niaga pangan yang buruk karena sangat rentan terhadap gejolak yang terjadi di luar negeri.

Pengamat Ekonomi Kerakyatan dari Universitas Brawijaya, Malang, Munawar Ismail, mengatakan pembatasan ekspor pangan negara-negara produsen menjadi momentum untuk memberi perhatian khusus pada sektor pertanian dalam negeri karena perannya vital dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

"Pertanian memang semakin tertekan karena petani kita dikepung dari segala arah, baik dari input pertanian, impor, dan kebijakan harga. Petani yang berharap bisa menutupi biaya input pertanian dengan komponen harga jual, ditekan oleh pembatasan harga dan serbuan impor sehingga mereka tidak bisa meraih untung," kata Munawar.

Dengan kondisi seperti itu, petani sulit bertahan, sebaliknya justru yang menikmati untung besar adalah importir dan pemburu rente. Tanah di desa pun sudah tidak seimbang dengan jumlah tenaga kerja yang tersedia. Makanya, sektor pertanian harus didukung untuk ketahanan pangan. "Pemerintah lebih baik mendorong agriindustri kecil yang bisa menggerakkan ekonomi perdesaan dan tenaga kerja, dari pada mendahulukan impor," kata Munawar.

Sementara itu, Peneliti Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Hery Firdaus, mengatakan pemerintah perlu mengantisipasi maraknya pembatasan ekspor komoditas pangan dari beberapa negara produsen dunia agar berdampak besar ke Indonesia khususnya gangguan pasokan pangan yang banyak bergantung pada impor.

Untuk mengantisipasi kekurangan pasokan pangan di pasar global itu, mau tidak mau, pemerintah mesti mendorong budi daya tanaman pangan dengan memberikan stimulus kepada petani agar produsen pangan semakin terpacu untuk meningkatkan produksi.

Selain itu, juga mendorong pemanfataan teknologi dan inovasi pascapanen untuk meningkatkan standar dan kualitas hasil pangan sehingga terserap ke industri. Langkah itu sekaligus mengurangi potensi losses atau kehilangan hasil panen.

Pemerintah, jelas Hery, harus menjembatani kemitraan antara petani dengan usaha besar di sektor industri agar hasil produksi petani menjangkau pasar.

Hal yang paling penting, kata Hery, adalah memperbaiki tata niaga sektor pangan. Buruknya tata niaga pangan nasional membuat harga pangan rentan bergejolak.

Ketersediaan Stok

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR, Muhaimin Iskandar, mengimbau pemerintah memberi perhatian serius pada maraknya pembatasan atau restriksi ekspor komoditas pangan di sejumlah negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Trump Luncurkan 'Pasukan In...

Harga Cabai Rawit Rp103.250/Kg, Telur Ayam Rp31.850/Kg

38 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp103.250...
Ekonomi
Berikut Harga BBM Per 5 Okt...
Nasional
Prabowo Anugerahi Bintang M...
Advertisement
Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.