Belum Ada Laporan WNI Terdampak Banjir di Malaysia
Banjir besar terus menjadi ujian bagi pemerintah dan masyarakat di Malaysia serta Thailand, meskipun jumlah warga terdampak mulai berkurang dan permukaan air di beberapa wilayah mulai surut pada Senin (2/12/2024).
Foto: ANTARA/AnadoluKuala Lumpur - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur memantau dengan seksama perkembangan bencana alam banjir yang terjadi di wilayah Kelantan dan belum mendapat informasi adanya warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak bencana tersebut.
KBRI Kuala Lumpur dalam keterangan diterima di Kuala Lumpur, Senin, mengatakan terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak setempat dan beberapa WNI yang berada di wilayah tersebut.
KBRI juga telah sampaikan imbauan agar para WNI terus waspada dan melaporkan situasi dan kondisi mereka jika membutuhkan bantuan. Hotline KBRI Kuala Lumpur yang bisa dihubungi yaitu +60 17-668 8032
- Baca Juga: Penembakan Massal di Sekolah Swedia Renggut 11 Nyawa
- Baca Juga: Bart De Wever Dilantik sebagai PM Baru
Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono mengatakan jumlah WNI yang ada di wilayah pantai timur Semenanjung Malaysia memang tidak terlalu banyak.
“Belum ada laporan, tapi kita selalu memonitor kalau ada laporan-laporan dari masyarakat. Kita tentu akan turun juga, seperti tahun 2022 kan besar ya di Selangor, kita juga banyak memberikan bantuan,” kata Hermono.
Banjir besar melanda kawasan pantai timur Semenanjung Malaysia.
Laporan terkini kejadian bencana di seluruh Malaysia yang dikeluarkan NDCC, NADMA, hingga pukul 00.00 waktu Malaysia (pukul 23.00 WIB) sebanyak 101.240 jiwa terdampak banjir dari 30.187 kepala keluarga.
Berita Trending
- 1 Presiden Prabowo Pastikan Pembangunan IKN Akan Terus Berlanjut hingga 2029
- 2 Rilis Poster Baru, Film Horor Pabrik Gula Akan Tayang Lebaran 2025
- 3 Presiden Prabowo Meminta TNI dan Polri Hindarkan Indonesia jadi Negara yang Gagal
- 4 Tayang 6 Februari 2025, Film Petaka Gunung Gede Angkat Kisah Nyata yang Sempat Viral
- 5 Utusan Presiden Bidang Iklim dan Energi Sebut JETP Program Gagal
Berita Terkini
- Kenapa Penyaluran Bansos Ditunda? Ini Penjelasan Bapanas
- Godzilla Minus One Dinobatkan sebagai Film Terbaik di Saturn Awards
- INACRAFT 2025 Mulai Digelar, Pameran Kerajinan Nusantara Terbesar di Asia Tenggara
- IEU-CEPA Masuki Tahap Akhir, Finalisasi Ditarget pada Semester I- 2025
- Jelang Ramadan, Menko Pangan Pastikan Harga Beras Stabil