Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bekasi Harapkan Desa Punya Lumbung Pangan

📅 Kamis, 24 Okt 2024, 04:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bekasi Harapkan Desa Punya Lumbung Pangan Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Kampanye gerakan konsumsi pangan sehat dan bergizi kepada pelajar SDN Wanajaya 01-03 di halaman Kantor Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Rabu.

BEKASI - Untuk mencegah kerawanan pangan masyarakat terutama yang tidak mampu, tiap desa didorong memiliki lumbung pangan. Ini juga sejalan dengan program pemerintah menurunkan angka stunting.

"Kita sudah sosilisasikan untuk 23 kecamatan. Jadi, tiap kecamatan mengirim satu desa. Kemudian, kita beri pengarahan agar desa tersebut memiliki lumbung pangan," ujar Kabid Kerawanan Pangan dan Sumber Daya Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Dedi Supriadi Rabu (23/10).

Lebih lanjut dijelaskan, nantinya diharapkan semua desa memiliki lumbung pangan untuk ketahanan pangan desa tersebut. Warga yang bisa mengakses atau membeli pangan dari lumbung tersebut adalah masyarakat desa yang bersangkutan. "Jadi, desa lain tidak bisa membeli," tandas Dedi.

Untuk mengawalinya, Dedi menargetkan satu kecamatan memiliki satu desa yang punya lumbung pangan. Dengan kata lain, satu desa dengan ketahanan pangan. Itu prioritas untuk desa yang saat ini sering mengalami kerawanan pangan.

"Kan desa itu memiliki alokasi anggaran 20 persen untuk ketahanan pangan yang selama ini lebih banyak untuk pemberdayaan seperti ternak kambing atau ikan. Kita mau alokasi dana tersebut fokus saja untuk ketahanan pangan sseperti menggandeng Bulog," jelasnya.

Menurut Dedi, Bulog bukan hanya menyediakan beras, tetapi bisa juga sembako. Dinas sudah koordinasi dengan Bulog. Menurutnya, Bulog sudah siap. Nanti desa-desa MoU dengan Bulog. DKP, dan DPMD menjadi pendampingnya.

Mantan Kepala UPTD Pasar Induk Cibitung ini menambahkan, meski begitu dia mengaku saat ini ada 10 desa di Kabupaten Bekasi tiap tahun mendapat bantuan pangan atau gabah kering giling dari Pemkab Bekasi melalui Dinas Ketahanan Pangan. Kegiatan ini sudah berjalan dua tahun.

Ini akan lebih baik jika desa-desa juga memiliki lumbung pangan dari alokasi anggaran desa sendiri. Tinggal mekanismenya saja. Misalnya, alokasi dibahas melalui musyawarah desa, sehingga semua stakeholder desa merumuskan dan mengawal realisasi lumbung pangan tersebut.

Kemudian data penerimanya tentu perangkat desa seperti RT dan RW lebih paham warganya yang membutuhkan bantuan pangan tersebut. wid/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.