Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Beban Kerja Berlebih pada Tenaga Kesehatan Bisa Tingkatkan Risiko Kesalahan Penanganan Pasien

📅 Rabu, 26 Apr 2023, 09:44 WIB | Oleh:
Beban Kerja Berlebih pada Tenaga Kesehatan Bisa Tingkatkan Risiko Kesalahan Penanganan Pasien Doc: ANTARA/HO-Kemenkes
Ket. Ilustrasi - Tenaga kesehatan.

JAKARTA - Berdasarkan hasil penelitian mahasiswa Teknik Industri Universitas Airlangga, dapat disimpulkan beban kerja berlebih bisa terjadi pada penyedia layanan kesehatan karena kurangnya jumlah personel petugas kesehatan. Kelebihan beban kerja tersebut memiliki potensi mengakibatkan burnout bagi yang mengalaminya, ditandai dengan kesulitan berkonsentrasi, koordinasi, dan pengambilan keputusan.

Dampaknya, bisa meningkatkan risiko terjadinya medication error atau kesalahan dalam penanganan pasien. Kelebihan beban kerja yang terjadi juga dapat berpengaruh terhadap turunnya motivasi petugas.

Demikan kesimpulan penelitian lima mahasiswa Teknik Industri Universitas Airlangga yang diterima Koran Jakarta, Rabu (26/4). Para mahasiswa tersebut adalah Masarrah Relegia Kesuma, Nareswari Natha Udiyani, Muhammad Rais Rahman Hakim, Gilang Fadly Hassani, dan Ketut Prasadan Wiwardhana.

Dalam penelitian dengan judul "Evaluasi Medication Error Awareness Terhadap Kualitas Beban Kerja Petugas Kesehatan Akibat Burnout Syndrome di Perkotaan" ini Masarrah menjelaskan adanya peningkatan beban kerja yang terjadi secara terus-menerus, sejalan dengan penurunan kinerja kognitif petugas kesehatan. Hal ini kemudian berakibat dalam kurangnya kualitas dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Dengan menggunakan data dari kuesioner kepada perawat pada departemen gawat darurat anak, ditemukan bahwa perlu adanya evaluasi terhadap kesadaran dalam sistem pelaporan medis mengenai kesalahan medis. Kesalahan medis ini terjadi karena hilangnya informasi klinis yang dibutuhkan akibat dari sistem pelaporan yang kurang optimal.

Para petugas yang tidak melapor dan kurang memliki kesadaran dalam pelaporan medis beralasan bahwa lingkungan mereka terlalu sibuk dan gagal melapor karena shift kerja dan sifat perawatan yang memakan waktu pelaporan. Solusi lain untuk mengurangi beban kerja berlebih adalah dengan menggunakan Human Reliability Analysis (HRA) Techniques.

Pada HRA ini, dilakukan analisis risiko kesalahan manusia dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Solusi ini dapat mendukung penyedia layanan kesehatan untuk memperdalam pemahaman dalam membangun social infrastructure yang berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan, dan kemampuan para petugas kesehatan dalam menghadapi situasi yang kompleks.

Menurut WHO, 90% negara yang memiliki penghasilan rendah mengalami kekurangan petugas kesehatan untuk penduduknya. Kurangnya petugas kesehatan menyebabkan beban kerja yang berlebihan sehingga berdampak negatif pada kualitas layanan kesehatan yang diberikan.

Kelebihan beban kerja juga dapat mengurangi motivasi dan kemampuan petugas kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang tepat atau sesuai sehingga dapat menyebabkan kesenjangan antara petugas kesehatan dengan apa yang mereka lakukan dalam praktiknya (Kovacs & Lagarde, 2022).

WHO juga memprediksi jika kekurangan tenaga kesehatan tidak ditangani sekarang, akan menjadi dampak serius, seperti kurangnya layanan kesehatan bagi miliaran orang di seluruh dunia, dan gangguan dalam perawatan dan pengobatan penyakit kronis (Kaya & ??ler Dalg?ç, 2022).

Pada tingkat beban kerja yang rendah, tambah dia, peningkatan jumlah pasien mungkin tidak mempengaruhi kualitas pelayanan karena petugas kesehatan memiliki kapasitas cadangan untuk melayani pasien baru tanpa harus mengurangi waktu yang diinvestasikan pada setiap konsultasi.

Menurut dia, peningkatan beban kerja dari tingkat yang sangat rendah masih dikategorikan menguntungkan karena petugas kesehatan menjadi lebih fokus. Akan tetapi, peningkatan beban kerja yang terjadi secara terus-menerus akan menghilangkan keuntungan tersebut karena dapat menurunkan kinerja kognitif petugas kesehatan (Daryanto dkk., 2022a).

Terkait soal burnout, ini merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan stres yang dialami oleh seorang individu dengan lingkungan kerjanya. Beberapa perilaku yang mungkin menandakan seseorang sedang mengalami burnout diantaranya kelelahan emosional dan rendahnya rasa motivasi diri.

Pekerjaan sebagai petugas kesehatan cenderung mengalami kelelahan yang lebih sering jika dibandingkan dengan pekerjaan lainnya. Tempat tinggal menjadi salah satu faktor eksternal yang berkontribusi secara signifikan terhadap kelelahan sehingga mempengaruhi penilaian klinis, kemampuan berkomunikasi, dan kualitas perawatan ke pasien.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.