Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aset Taipan Bioteknologi Singapura Dibekukan karena Tuntutan Hukum Senilai US$ 830 Juta

📅 Kamis, 20 Feb 2025, 17:56 WIB | Oleh:
Aset Taipan Bioteknologi Singapura Dibekukan karena Tuntutan Hukum Senilai US$ 830 Juta Doc: Istimewa
Ket. Produsen Wegovy, Novo Nordisk, menuduh firma Huang, KBP Biosciences, melakukan klaim penipuan atas obat hipertensi.

SINGAPURA - Putusan pengadilan Singapura yang dipublikasikan pada Selasa (18/2),  mengatakan bahwa raksasa farmasi Novo Nordisk, menuntut ganti rugi sebanyak 830 juta dolar AS, karena  merasa ditipu oleh sebuah perusahaan bioteknologi lokal tentang efektivitas obat hipertensi eksperimental. 

Dikutip dari The Straits Times, putusan pada tanggal 14 Februari oleh pengadilan Niaga Internasional Singapura, atas permintaan Novo Nordisk, memerintahkan pembekuan aset di seluruh dunia milik KBP Biosciences yang berkantor pusat di Singapura dan pendirinya Huang Zhenhua, 

"Pembuat obat obesitas terlaris asal Denmark, Wegovy, meluncurkan proses hukum terhadap perusahaan tersebut di New York," kata pengadilan Singapura. 

Novo Nordisk membeli obat tersebut, yang disebut ocedurenone, dari KBP Biosciences yang dimiliki secara tertutup senilai 1,3 miliar dolar AS pada akhir tahun 2023.

Kurang dari setahun kemudian, perusahaan menghentikan uji klinis karena pengobatannya tidak berhasil dan mengumumkan kerugian penurunan nilai sekitar 800 juta dolar AS . 

"KBP Biosciences dan pendirinya membuat Novo Nordisk yakin bahwa mereka telah
mengembangkan obat baru dan efektif untuk mengobati hipertensi dan penyakit ginjal,” bunyi putusan pengadilan Singapura. 

"KBP Biosciences gagal mengungkapkan informasi material termasuk analisis sementara hasil uji klinis," kata hakim.

"Huang dapat dikatakan mengetahui dan berpartisipasi dalam misrepresentasi ini.”

Hakim menambahkan bahwa dapat diperdebatkan bahwa “KBP secara sadar gagal mengungkapkan informasi material”, termasuk analisis hasil uji coba yang menunjukkan “ketidakefektifan” ocedurenone.

Menurut laporan media, Huang, yang berasal dari Shandong, mendirikan KBP Biosciences pada tahun 2011. Ia memiliki 40 persen saham perusahaan tersebut. 

Perusahaan yang berkantor pusat di Singapura ini memiliki kantor di Tiongkok dan Amerika Serikat.

The Business Times melaporkan pada bulan Juni 2024, Huang dan istrinya Cai Jun, yang menjadi warga negara Singapura, membeli sebuah bungalow di Jalan Tupai, di belakang kondominium Four Seasons Park dekat Orchard Road, seharga 32,5 juta dolar Singapura. 

Huang adalah direktur eksekutif dan pemegang saham Sihuan Pharmaceutical Holdings Group. Perusahaan tersebut dihapus dari Bursa Efek Singapura pada tahun 2009 setelah tawaran pengambilalihan senilai 458 juta dolar Singapura. SB/

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.