Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Acta Diurna', Surat Kabar Pertama di Dunia

📅 Senin, 16 Okt 2023, 06:10 WIB | Oleh:
“Acta Diurna', Surat Kabar Pertama di Dunia Doc: Wikimedia

"Acta Diurna" tercatat menjadi surat kabar pertama yang pernah diterbitkan dengan cara ditulis tangan pada zaman Romawi. Ditemukannya mesin cetak oleh Johannes Gutenberg pada 1440 merevolusi penerbitan surat kabar secara signifikan.

Sepanjang sejarahnya yang panjang dan kompleks, surat kabar telah mengalami banyak transformasi. Menelaah akar sejarah surat kabar dapat membantu menjelaskan bagaimana dan mengapa surat kabar telah berkembang menjadi media yang memiliki banyak segi seperti sekarang ini.

Para sarjana umumnya memuji bangsa Romawi kuno yang menerbitkan surat kabar pertama dengan nama Acta Diurna. Nama tersebut artinya kegiatan sehari-hari yang terbit pertama kali pada 131 sebelum masehi (SM). Meskipun tidak ada salinan dari surat kabar ini yang bisa dijumpai saat ini, namun keberadaannya diyakini secara luas. Surat kabar ini menerbitkan kronik peristiwa, pertemuan, kelahiran, kematian, dan gosip sehari-hari.

Isi Acta DIurna awalnya berupa catatan proses dan keputusan hukum, namun akhirnya berkembang menjadi pemberitahuan publik dan informasi berguna lainnya misalnya kelahiran, perkawinan, dan kematian dari keluarga terpandang. Setelah beberapa hari, papan tersebut diturunkan dan diarsipkan.

Kadang para juru tulis membuat salinan Acta Diurna dan mengirimkannya ke gubernur provinsi untuk kepentingan informasi. Kemudian kaisar menggunakan Acta Diurna untuk mengumumkan keputusan kerajaan atau senator dan acara pengadilan.

Bentuk lain dari Acta Diurna adalah pemberitahuan hukum dan militer. Acta pada awalnya dirahasiakan, sampai saat Julius Caesar mempublikasikan Acta Diurna secara umum pada 59 SM. Namun publikasi surat kabar ini berhenti ketika kursi kekaisaran dipindahkan ke Konstantinopel.

Laman Libraries memaparkan, pada 1566, nenek moyang surat kabar modern lainnya muncul di Venesia, Italia. Avisi atau surat kabar ini ditulis tangan dan berfokus pada konflik politik dan militer. Namun, ketiadaan teknologi mesin cetak sangat membatasi sirkulasi surat kabar ini di Venesia.

Lalu ditemukannya mesin cetak Johannes Gutenberg pada 1440 mengubah wajah penerbitan surat kabar secara drastis. Mesin cetak bergerak yang memungkinkan reproduksi bahan cetakan berkualitas tinggi dengan kecepatan hampir 4.000 halaman per hari. Angka ini 1.000 kali lebih banyak daripada yang dapat dilakukan oleh seorang juru tulis dengan tangan.

Inovasi ini menurunkan harga bahan cetakan untuk pertama kalinya. Hal ini menjadikannya dapat diakses oleh pasar massal. Dalam sekejap, mesin cetak baru mengubah ruang lingkup dan jangkauan surat kabar, membuka jalan bagi jurnalisme modern.

Surat kabar mingguan pertama yang menggunakan mesin cetak Gutenberg muncul pada 1609. Meskipun surat kabar bernama Relations: Aller Furnemmen yang di cetak oleh Johann Carolus. Surat kabar kedua adalah Aviso Relations over Zeitung dicetak oleh Lucas Schulte.

Kedua surat tidak menyebutkan nama kota tempat surat kabar tersebut dicetak untuk menghindari pemerintah, penganiayaan dengan mengetahui lokasi. Surat kabar itu hanya dapat diidentifikasi karena penggunaan bahasa Jerman.

Terlepas dari kekhawatiran akan penganiayaan, surat kabar tersebut sukses dan surat kabar dengan cepat menyebar ke seluruh Eropa tengah. Selama 5 tahun berikutnya, mingguan bermunculan di Basel, Frankfurt, Wina, Hamburg, Berlin, dan Amsterdam.

Pada 1621, Inggris mencetak surat kabar pertamanya dengan judul Corante atau berita mingguan dari Italia, Jerman, Hongaria, Polandia, Bohemia, dan Prancis. Pada 1641, surat kabar dicetak di hampir setiap negara di Eropa.

Format

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.