• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tips Sekolah sambil Bekerj...

Tips Sekolah sambil Bekerja

Senin, 09 Nov 2026, 05:45 WIB

Pertanyaan:

Bu Rossa, saya sudah bekerja selama lima tahun. Untuk bisa naik ke level manager, perusahaan tempat saya bekerja mensyaratkan pendidikan minimum S2 di bidang manajemen.

Ket. Foto: Ilustrasi. — Sumber: Pexels

Awal tahun depan saya berencana untuk mulai ku­liah sambil bekerja, tapi ada kekhawatiran tugas-tugas saya di kantor akan terganggu.

Mohon tips-tipsnya Bu Rossa agar pekerjaan dan kuliah sama-sama berjalan lancar.

Jawaban:

Menjalani sekolah sambil bekerja menuntut disiplin tinggi dan pengelolaan energi yang realistis. Berikut adalah langkah praktis untuk menjaga keduanya tetap seimbang tanpa mengorbankan kesehatan:

1

.Kuasai Manajemen Waktu (Time Blocking)

» Pisahkan jadwal secara tegas: Tentukan jam khusus belajar, bekerja, istirahat, dan perjalanan. Jangan mencampuradukkan tugas sekolah saat jam kerja atau sebaliknya.

» Gunakan kalender digi­tal atau agenda fisik: Catat tenggat waktu tugas, jad­wal ujian, dan shift kerja di satu tempat agar tidak saling ber­tabrakan.

» Manfaatkan waktu ­luang kecil: Gunakan 15–30 menit saat istirahat kerja atau perjalanan untuk membaca rangkuman materi atau mencicil tugas ringan.

2

. Komunikasi Terbukadan Jujur

» Bicara dengan atasan: Beritahu kondisi Anda sebagai pelajar sejak awal. Jelaskan komitmen kerja Anda, namun minta toleransi jadwal jika sewaktu-waktu ada ujian semester atau kegiatan sekolah wajib.

» Bicara dengan guru atau wali kelas: Beri tahu bahwa Anda memiliki tanggung jawab kerja di luar jam sekolah. Guru yang memahami situasi Anda biasanya lebih bersedia memberi arahan atau penyesuaian jika terjadi kendala teknis.

3

.Terapkan Skala Prioritas

» Dahulukan yang mendesak dan penting: Buat daftar tugas harian berdasarkan urgensi. Tugas yang menentukan kelulusan atau proyek kerja dengan tenggat dekat harus selesai lebih dulu.

» Belajar menolak kegiatan tambahan: Hindari mengambil lembur berlebihan jika berdekatan dengan pekan ujian, dan kurangi kegiatan non-esensial yang menguras waktu dan tenaga.

4

. Maksimalkan Waktu di Kelas

» Fokus penuh saat guru menjelaskan: Memahami materi langsung di kelas akan menghemat waktu belajar di rumah, sehingga Anda tidak perlu belajar dari nol saat lelah pulang kerja.

» Selesaikan tugas di sekolah jika memungkinkan: Manfaatkan jam kosong atau waktu istirahat sekolah untuk menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) agar waktu malam bisa digunakan untuk istirahat.

5

. Jaga Energi dan Kesehatan Fisik

» Jangan korbankan tidur: Kurang tidur kronis menurunkan daya ingat, fokus belajar, dan performa kerja, serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

» Perhatikan asupan nutrisi dan hidrasi: Bawa bekal sederhana dan air minum agar tidak bergantung pada makanan cepat saji saat terburu-buru berpindah dari sekolah ke tempat kerja.

Kuliah S2 sambil bekerja menuntut strategi yang berbeda dibanding jenjang sebelumnya. Ekspektasi di tingkat magister berfokus pada analisis mendalam, penulisan ­publikasi ilmiah, dan tesis mandiri.

Berikut adalah panduan strategis agar keduanya berjalan lancar tanpa memicu ­burnout:

1. Selaraskan Topik Tesis dengan Pekerjaan (Sinergi)

λAngkat masalah di in­dus­tri/kantor: Jadikan studi kasus nyata dari tempat kerja Anda sebagai topik tesis atau riset matakuliah (dengan tetap menjaga kerahasiaan data ­per­usahaan).

λHemat waktu riset: Menggunakan domain yang sudah Anda kuasai setiap hari membuat kajian literatur dan pengumpulan data berjalan jauh lebih cepat dibanding meneliti topik yang benar-benar baru.

λNilai tambah untuk karier: Solusi yang Anda teliti bisa langsung diaplikasikan di kantor, membuktikan nilai tambah Anda di mata manajemen.

2. Tentukan Topik Tesis Sejak Semester 1

λHindari sistem borongan di akhir: Di jenjang S2, keterlambatan kelulusan 90% berasal dari kendala tesis.

λManfaatkan tugas matakuliah: Setiap kali mendapat tugas makalah atau term paper, arahkan topiknya menjadi salah satu sub-bab atau tinjauan pustaka pendukung untuk calon tesis Anda.

3. Manfaatkan Tool Aka­demik untuk Efisiensi Waktu

λReference manager sejak hari pertama: Kuasai aplikasi seperti Mendeley atau Zotero. Mengatur sitasi secara manual saat Anda lelah sehabis ­bekerja adalah ­pemborosan waktu.

λPencarian literatur terarah: Gunakan search engine akademik seperti Google Scholar, Scopus, atau Semantic Scholar untuk langsung menemukan literatur bereputasi tanpa perlu ­membaca artikel yang tidak relevan.

4. Bangun Komitmen Waktu Mikro (Bukan Maratoni Weekend)

λBlok waktu 60–90 ­menit per malam: Sisihkan waktu singkat sebelum tidur atau bangun lebih awal untuk ­mencicil membaca minimal 1 jurnal per hari.

λJaga akhir pekan tetap memiliki ruang istirahat: Jika seluruh Sabtu-Minggu habis untuk kuliah dan tugas maraton tanpa jeda, performa kerja Anda di hari Senin akan ­langsung merosot.

5. Bangun Hubungan Proaktif dengan Dosen Pembimbing

λJangan “menghilang”: Mahasiswa pekerja sering menunda bimbingan ­karena merasa tulisannya belum ­sempurna. Kirimkan draf ­secara berkala meskipun ­baru selesai beberapa ­halaman.

λSampaikan ekspektasi jadwal sejak awal: Diskusikan ketersediaan waktu bimbingan yang cocok dengan jam ­kerja Anda (misalnya ­bimbingan daring atau pagi hari sebelum kantor mulai).

6. Komunikasikan Ekspek­tasi dengan Kantor

Pastikan atasan me­mahami jadwal perkuliahan Anda, terutama jika ada kelas malam atau akhir ­pekan. ­Diskusikan batasan waktu lembur agar tidak bertabrakan dengan jad­wal ujian ­semester atau sidang proposal. hay

  • SURAT BU ROSSA

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.