Peluang Christopher Luxon Jadi PM Selandia Baru Lagi Terbuka, Ini Perkembangannya
Senin, 09 Nov 2026, 02:23 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoNamun, para analis menilai pemulihan ekonomi dalam negeri berlangsung lambat. Selama tiga tahun masa pemerintahannya, biaya hidup dan pengangguran meningkat tajam. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi upayanya meraih masa jabatan kedua, terutama dari partai-partai oposisi berhaluan kiri.
Mereka menggambarkan Luxon sebagai seorang jutawan yang tidak memahami kesulitan hidup masyarakat biasa.
Tahun yang penuh gejolak
Kepemimpinan Luxon menghadapi gejolak yang tidak biasa pada tahun terakhir masa jabatannya, di tengah hasil jajak pendapat yang lemah, tekanan ekonomi, dan ketegangan di dalam koalisi tiga partai yang dipimpinnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Luxon berhasil bertahan dalam dua pemungutan suara kepercayaan oleh anggota parlemen Partai Nasional, masing-masing pada April dan Agustus 2026, terkait kepemimpinannya di partai tersebut.
Pemungutan suara kedua berlangsung setelah Menteri Pertahanan saat itu, Chris Penk, berupaya merebut kepemimpinan partai. Luxon kemudian memberhentikan Penk dari kabinet.
Namun, persoalan politik yang dihadapi Luxon belum berakhir. Jalannya untuk kembali menduduki jabatan perdana menteri tidak akan mudah karena masih ada tantangan dari penghitungan suara khusus dan negosiasi yang berlarut-larut.
Saat berbicara kepada para pendukungnya di Auckland, Luxon mengatakan hasil pemilu masih "terlalu ketat untuk dipastikan" karena hasil akhir bergantung pada suara khusus yang belum dihitung.
Ia mengatakan bahwa "negosiasi dan kompromi" diperlukan untuk membentuk pemerintahan berikutnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!