KKP Tingkatkan Kapasitas Produksi Garam Rakyat di Aceh
Minggu, 08 Nov 2026, 21:10 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/HO-Dok Pemkab Pidie
JAKARTA -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan kapasitas produksi garam rakyat di Kabupaten Bireuen, Aceh, hingga empat kali lipat melalui pembangunan dapur perebusan garam sebagai bagian dari pemulihan ekonomi masyarakat pesisir pascabencana.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Miftahul Huda, dalam keterangan di Jakarta, Minggu, mengatakan peningkatan kapasitas produksi terlihat dari salah satu unit dapur perebusan yang sebelumnya menghasilkan 20–30 kilogram (kg) garam dalam satu kali proses, kini meningkat menjadi sekitar 70–120 kg.
Dengan rata-rata dua kali perebusan per hari, satu unit dapur tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 1,4 ton garam per pekan.
"Bantuan ini tidak hanya berupa bangunan yang lebih kokoh dan permanen, tetapi juga dilengkapi fasilitas tungku dan wajan perebusan dengan kapasitas lebih besar dari sebelumnya,” ujar Huda.
KKP telah menyerahkan 15 unit dapur perebusan garam kepada masyarakat pesisir Bireuen. Jumlah tersebut merupakan tahap awal dari target pembangunan 55 unit di kabupaten tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara keseluruhan, KKP menargetkan pembangunan 506 unit dapur perebusan garam yang tersebar di lima kabupaten di Aceh, yakni Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Timur.
Huda menyampaikan pembangunan fasilitas permanen tersebut ditujukan untuk memulihkan kegiatan produksi sekaligus memperkuat ketahanan sarana usaha garam rakyat terhadap potensi bencana.
Ia menyebut dari sisi ekonomi, garam hasil perebusan masyarakat dijual dengan kisaran harga Rp3.000–Rp6.000 per kg, sedangkan harga pasar rata-rata berada pada kisaran Rp6.000–Rp9.000 per kg.
Huda berharap dukungan sarana produksi yang lebih memadai dapat membantu pelaku usaha garam kembali berproduksi, meningkatkan kapasitas usaha, dan memperbaiki pendapatan keluarga.
Sementara itu, Bupati Bireuen Mukhlis mengatakan daerahnya merupakan penghasil garam terbesar kedua di Provinsi Aceh sehingga memiliki potensi pergaraman yang perlu terus dikembangkan.
Ia berharap fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik agar mendukung keberlanjutan usaha garam masyarakat pesisir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!