Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Hanya Andalkan Pantai, BI Siapkan Klaster Wisata untuk Sebarkan Pertumbuhan Bali

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Hanya Andalkan Pantai, BI Siapkan Klaster Wisata untuk Sebarkan Pertumbuhan Bali Doc: ANTARA/ Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Ilustrasi - Lanskap pariwisata alam dengan latar Danau Beratan dan Bukit Wanagiri di Bedugul, Kabupaten Tabanan, Bali, Selasa (30/6/2026).

DENPASAR – Pengembangan klaster wisata menjadi strategi untuk meningkatkan daya saing destinasi melalui integrasi berbagai potensi daerah, mulai dari objek wisata, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga infrastruktur pendukung.

Pendekatan ini tidak hanya memperpanjang lama tinggal wisatawan dan meningkatkan belanja mereka, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal melalui terbukanya lapangan kerja dan tumbuhnya usaha masyarakat.

Agar memberikan dampak yang berkelanjutan, pengembangan klaster wisata perlu didukung oleh konektivitas yang memadai, promosi yang terarah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pelestarian budaya dan lingkungan sebagai daya tarik utama destinasi.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memetakan klaster wisata yang dapat digarap optimal dengan menyesuaikan potensi wilayah guna mendukung pemerataan ekonomi di Bali bagian utara, timur dan barat.

“Terjadi over capacity untuk wilayah Bali bagian selatan,” kata Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Yusuf Wicaksono di Denpasar, Bali, Rabu (1/7).

Pemetaan tersebut menjadi bagian dari diversifikasi dan produk wisata, sebagaimana di Kabupaten Jembrana atau Bali Barat potensial untuk lebih mengembangkan pariwisata maritim atau yang berbasis pelestarian ekosistem laut.

Kemudian di Bali Utara atau di Kabupaten Buleleng mengembangkan wisata kebugaran dan wisata agro spiritual serta wisata berbasis warisan budaya dan kuliner di Kabupaten Klungkung-Bangli.

Ia menilai pentingnya diversifikasi pasar pariwisata di Bali mengingat sejumlah titik pariwisata di Bali Selatan semakin padat di antaranya di Uluwatu, Pandawa, Mertasari yang dinilai telah melebihi kapasitasnya, sehingga memberi dampak terhadap lingkungan, infrastruktur dan kenyamanan wisata.

Untuk itu, ia mendorong penegakan aturan tata ruang, izin pembangunan dan pengendalian daya dukung lingkungan secara tegas dengan kolaborasi dengan mengintegrasikan peran pemerintah daerah, desa adat, akademisi, pelaku usaha dan masyarakat.

Meski begitu, dalam upaya pemerataan pariwisata tersebut masih diwarnai sejumlah tantangan infrastruktur dan konektivitas antardaerah yaitu pentingnya percepatan pembangunan koridor pariwisata timur-barat-utara, dan proyek transportasi publik (MRT) Denpasar-Klungkung-Bangli-Singaraja.

Kemudian revitalisasi Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Padangbai di Kabupaten Karangasem, dan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng.

Selama ini, sektor pariwisata menjadi tulang punggung perekonomian di Bali sekaligus rentan terhadap gangguan eksternal seperti kesehatan dan krisis geopolitik global.

Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat pariwisata berperan 66 persen terhadap pertumbuhan ekonomi di Bali berdasarkan data pada 2024.

Adapun Provinsi Bali berkontribusi besar terhadap devisa nasional, dengan menyumbangkan Rp176 triliun atau 55 persen devisa dari total realisasi secara nasional mencapai Rp319,9 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.