- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Sanksi Jaringan Armada ...
AS Sanksi Jaringan Armada Bayangan Iran
Jumat, 06 Nov 2026, 01:00 WIBWashington - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) pada Rabu (4/11) menjatuhkan sanksi terkait Iran terhadap lima individu dan 10 entitas dari sejumlah negara yang diduga memberikan dukungan kepada armada bayangan Iran.
Dikutip dari Antara, daftar sanksi tersebut mencakup Alisher Domullozhanov, warga negara Rusia yang berasal dari Tajikistan, serta empat warga negara India. Sementara itu, perusahaan-perusahaan yang menjadi sasaran sanksi berbasis di India, Singapura, dan Turkiye.
Pada hari yang sama, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus berupaya mencegah segala bentuk dukungan terhadap Iran.
"Seperti yang sudah kami sampaikan berkali-kali, di bawah Operation Economic Outcast, Anda berada di pihak kami atau melawan kami. Kami tahu di mana Anda berada, dan kami akan menjatuhkan sanksi kepada mereka yang terus mendukung rezim Iran, baik melalui jalur darat, laut, ataupun udara," kata Bessent melalui platform X.
Pada Agustus lalu, Bessent telah merinci kampanye isolasi ekonomi yang menargetkan Iran dan negara-negara yang mendukungnya.
Kebijakan tersebut bertujuan memblokir berbagai sumber pendapatan potensial yang dapat digunakan untuk membiayai pemerintah Teheran.
Di tengah peningkatan tekanan ekonomi tersebut, pemerintahan Presiden AS Donald Trump dilaporkan masih menghadapi perbedaan pandangan mengenai langkah selanjutnya terhadap Iran setelah Partai Republik mengalami kekalahan dalam pemilihan paruh waktu Kongres.
Surat kabar The Wall Street Journal, mengutip sejumlah sumber, melaporkan pada Rabu bahwa beberapa pejabat pemerintahan mendesak Trump untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran, sebelum kemudian mengupayakan kesepakatan perdamaian guna mengakhiri konflik sebelum masa jabatannya berakhir.
Namun, kelompok pejabat lainnya berpandangan bahwa Trump sebaiknya menerima hasil pemilu tersebut dan mengakhiri operasi militer terhadap Iran.
Berdasarkan hasil sementara pemilu, Partai Republik kehilangan kendali atas dua lembaga legislatif AS, yakni Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Trump sendiri secara terbuka menyampaikan ucapan selamat kepada Partai Demokrat atas kemenangan mereka.
Meski demikian, Trump menyatakan Partai Republik sebenarnya berpeluang memperoleh hasil yang jauh lebih baik apabila namanya turut tercantum dalam surat suara pemilu.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump Longgarkan Aturan Metana, Industri Minyak AS Bisa Bernapas Lega
-
MDCP 2026 Perkuat Kemitraan Pertahanan Indonesia-AS
-
Pemkot: Kekeringan Masih Melanda Sebagian Wilayah Tangerang
-
Prabowo Lantik Dua Wamenhan, Ini Pembagian Tugas Strategis Keduanya
-
GoPay Perluas Layanan Finansial, Hadirkan Investasi Emas Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.