Komdigi Dorong Terobosan Pengembangan “AI” Berbasis Bahasa Daerah

Rabu, 04 Nov 2026, 17:58 WIB

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong pengembangan kecerdasan artifisial (AI) berbasis bahasa lokal. Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengajak anak muda Aceh mengembangkan teknologi AI menggunakan bahasa daerah.

Pengembangan tersebut bertujuan menghadirkan teknologi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat. Nezar menilai bahasa lokal memiliki keunikan yang dapat menjadi dasar pengembangan model AI.

Ket. Foto: — Sumber: Magnific

Ia mengajak anak muda, perguruan tinggi, dan startup Aceh mengembangkan Large Language Model (LLM). Ia mendorong pengembangan tersebut melalui Garuda Spark Innovation Hub agar Aceh ikut melahirkan inovasi AI nasional.

“Saya mendambakan ada large language model bahasa Aceh. Bisa ya kita bikin ya bahasa Aceh? Karena itu sangat penting karena kita punya keunikan sendiri,” kata dia dikutip dari laman Komdigi, Rabu (4/11).

Menurut dia, pengembangan AI berbasis bahasa lokal membuka peluang kolaborasi antara bidang linguistik dan ilmu komputer. Kolaborasi tersebut dapat menghasilkan teknologi yang lebih dekat dengan cara berpikir masyarakat.

“Linguistik dipadukan dengan computer science. Kemudian membuat artificial intelligence makin dekat dengan cara berpikir manusia,” ujar dia.

Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga mencerminkan struktur berpikir masyarakat. Karena itu, model bahasa Aceh berpotensi menghadirkan teknologi yang lebih relevan dengan kebutuhan daerah.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, Komdigi berencana membuka Garuda Spark Innovation Hub di Banda Aceh. Kementerian akan bekerja sama dengan pemerintah kota untuk menghadirkan fasilitas pengembangan startup berbasis teknologi.

Fasilitas tersebut akan menjadi pusat pelatihan, inovasi, dan pengembangan startup yang mengadopsi teknologi AI. Garuda Spark juga diharapkan membantu anak muda menciptakan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

“Insyaallah akan kita buka bekerja sama dengan Wali Kota Banda Aceh. Kementerian Komdigi melalui Direktorat Jenderal Ekosistem Digital akan membuka Garuda Spark di Aceh,” ucap dia.

Ia menyebut solusi teknologi tersebut dapat menjangkau sektor kesehatan, pertanian, perikanan, hingga pendidikan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menggunakan aplikasi AI, tetapi juga mampu menciptakan produk digital sendiri.

Ia menilai Aceh memiliki sumber daya manusia dan ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan AI. Keberadaan perguruan tinggi juga dapat memperkuat kontribusi daerah dalam industri teknologi nasional.

Namun, pengembangan AI membutuhkan dukungan peningkatan keterampilan digital masyarakat. Nezar mengungkapkan Indonesia membutuhkan sekitar sembilan juta talenta digital hingga 2030, sedangkan ketersediaannya baru sekitar empat juta.

Kebutuhan talenta digital tersebut membuka peluang bagi generasi muda dari berbagai disiplin ilmu. Mahasiswa bidang bahasa dan linguistik juga dapat berkontribusi dalam pengembangan AI melalui penguasaan keterampilan teknologi. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.