Jurus Kemenekraf Geber Akses Pendanaan Developer Gim Lokal

Kamis, 22 Okt 2026, 17:19 WIB

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bersiasat untuk memperluas akses pendanaan bagi para pengembang gim lokal di Indonesia guna mendukung mereka mengoptimalkan pengembangan bisnis.

Dalam acara "Tencent White Paper Launch" di ajang World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10), Direktur Gim Kemenekraf Luat Sihombing menyampaikan bahwa pemerintah menggencarkan promosi penggunaan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman dana dari perbankan.

Ket. Foto: Direktur Gim Kemenekraf Luat Sihombing berbicara dalam acara "Tencent White Paper Launch" di ajang World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10). — Sumber: ANTARA/Livia Kristianti

"Dalam hal pendanaan, Pemerintah RI telah menetapkan regulasi bagaimana IP bisa menjadi kolateral sehingga bisa mendapat pinjaman dari bank," katanya.

"Kami terus mendorong dan membagikan pengetahuan tentang bagaimana mengoptimalkan mekanisme ini sebagai salah satu opsi pendanaan perusahaan IP," ia menambahkan.

Luat mengemukakan perlunya peningkatan pemahaman pengembang gim dan penyedia layanan pembiayaan mengenai ketentuan pendanaan berbasis jaminan IP serta mekanismenya.

"Antara pemberi pinjaman dan pengguna masih harus banyak melakukan penyesuaian. Mereka perlu saling memahami apa saja risikonya, manfaat yang bisa diperoleh, serta secara teknis berapa durasi pengembalian pinjaman ini," katanya.

"Model bisnis pinjaman bank ini cukup berbeda dengan yang biasanya diakses oleh teman-teman developer, yakni pendanaan melalui penerbit atau angel investment," ia menambahkan.

Selain mempromosikan pemanfaatan IP sebagai jaminan untuk mengakses pendanaan, Kemenekraf ​​​​​​​berkolaborasi dengan kementerian lain untuk menghadirkan dukungan pendanaan.

"Misalnya ada Dana Kebudayaan yang juga disediakan untuk industri gaming. Saat ini sudah ada beberapa pengembang di Indonesia yang berhasil mendapatkan dana tersebut," kata Luat.

Program Dana Indonesia Raya menurut informasi di situs web resmi Kementerian Kebudayaan bisa menyediakan dana Rp200 juta bagi pengembang independen atau perseorangan serta dana Rp1,5 miliar bagi lembaga atau perusahaan.​​​​​​​

Kementerian Ekonomi Kreatif juga mendata kebutuhan dan kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha pengembangan gim supaya bisa menghadirkan solusi melalui kebijakan dan program pemerintah.

"Kami secara aktif mencoba mendaftar apa saja yang menjadi kebutuhan serta masalah yang dihadapi industri saat ini, untuk kemudian kami memberikan penyelesaiannya melalui berbagai kebijakan dan program-program kementerian," kata Luat. Ant

  • gim lokal

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.