Antisipasi Peredaran Narkoba, Polres Pasaman Barat Tingkatkan Patroli dan Razia di Perbatasan
Sabtu, 24 Okt 2026, 21:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
SIMPANG EMPAT – Kepolisian Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat, meningkatkan patroli dan razia di wilayah perbatasan dengan Sumatera Utara untuk mengantisipasi masuknya narkotika ke daerah tersebut.
“Daerah perbatasan di Kecamatan Ranah Batahan menjadi perhatian kami. Di situlah pintu masuk dari Sumatera Utara selain jalur laut,” kata Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto di Simpang Empat, Sabtu (24/10).
Agung mengatakan Polres Pasaman Barat menangani 46 kasus narkotika selama Januari hingga Agustus 2026 dengan 57 orang tersangka.
Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita barang bukti berupa ganja seberat 1.208,5 gram, sabu-sabu seberat 732,3 gram, serta lima butir ekstasi dengan berat total 2,20 gram.
Ia menyebutkan peredaran narkotika yang masuk ke Pasaman Barat cukup tinggi. Berdasarkan keterangan para tersangka, narkotika tersebut umumnya dibawa dari Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Secara geografis, wilayah utara Pasaman Barat berbatasan langsung dengan Kabupaten Mandailing Natal. Kondisi tersebut dinilai rawan dimanfaatkan sebagai jalur perlintasan peredaran narkotika.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Pengawasan melalui razia dan patroli terus kami tingkatkan, baik di perbatasan Ranah Batahan maupun di Talu, Kecamatan Talamau,” katanya.
Agung meminta jajaran kepolisian sektor (Polsek), terutama yang berada di wilayah Ranah Batahan dan Talamau, meningkatkan pengawasan melalui patroli dan razia untuk mencegah peredaran narkotika.
Ia juga mengajak masyarakat memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui atau mencurigai adanya aktivitas peredaran narkotika di lingkungan mereka.
“Tanpa dukungan dari semua pihak, tidak mungkin pemberantasan narkoba dapat tercapai sesuai program Kapolri,” ujarnya.
Menurut Agung, dari sejumlah kasus yang terungkap, para tersangka umumnya mengaku membawa narkotika dari Sumatera Utara untuk diedarkan di Pasaman Barat dan wilayah Sumatera Barat lainnya.
Ia menegaskan pemberantasan narkotika tidak dapat hanya mengandalkan penindakan oleh kepolisian. Peran aktif masyarakat diperlukan untuk membantu aparat mengungkap jaringan peredaran narkotika yang masih beroperasi di wilayah tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!