PSIM Akhiri Puasa Kemenangan, Taklukkan Borneo FC 2-1

Senin, 02 Nov 2026, 12:00 WIB

BANTUL, — PSIM Yogyakarta memutus tren tanpa kemenangan dalam tujuh pertandingan setelah menaklukkan Borneo FC 2-1 pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu. Laskar Mataram bahkan harus bangkit dari ketertinggalan sebelum mengamankan tiga poin pertamanya musim ini.

Duel berlangsung ketat sejak babak pertama dengan kedua tim bergantian membangun serangan. PSIM memperoleh peluang pada menit ke-31 melalui tendangan voli Ezequiel Vidal, tetapi bola masih mampu dihentikan penjaga gawang Borneo FC Kadú Monteiro.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Antara

Borneo FC kemudian mampu memanfaatkan serangan balik. Asgal Habib menerima umpan terobosan dari lini tengah sebelum menaklukkan penjaga gawang PSIM Cahya Supriadi untuk membawa tim tamu unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, PSIM meningkatkan tekanan. Vidal kembali mendapatkan kesempatan sekitar menit ke-35 melalui tendangan keras ke arah pojok gawang, tetapi Kadú kembali menggagalkan peluang tersebut. Keunggulan Borneo FC bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSIM melakukan perubahan dengan memasukkan sejumlah pemain, termasuk Nermin Haljeta dan Andy Irfan untuk meningkatkan daya serang.

Tekanan tuan rumah akhirnya menghasilkan gol penyeimbang pada menit ke-56. Adrian Purzycki menyambar umpan Raka Cahyana dengan tendangan first time yang gagal dihentikan Kadú sehingga skor berubah menjadi 1-1.

Momentum berbalik ke PSIM. Savio Sheva kemudian membawa Laskar Mataram unggul melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang mengarah ke pojok atas gawang Borneo FC.

Keunggulan 2-1 mampu dipertahankan PSIM hingga pertandingan berakhir sekaligus mengakhiri penantian kemenangan setelah gagal meraih tiga poin dalam tujuh pertandingan sebelumnya.

Pelatih sementara PSIM Yogyakarta Guntur Cahyo Utomo mengatakan timnya sebenarnya mampu mendominasi permainan selama sekitar 25 hingga 30 menit dan menciptakan banyak peluang. Namun, Borneo FC berhasil memanfaatkan satu momentum untuk mencetak gol lebih dahulu.

"Ada banyak sekali peluang kita ciptakan, memang kita sangat dominan, cuman memang ada satu kejadian tiba-tiba setelah restart dan tiba-tiba gol terjadi," katanya dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Menurut Guntur, para pemain tidak kehilangan momentum setelah tertinggal. PSIM terus menciptakan peluang hingga mampu membalikkan keadaan pada babak kedua.

"Pertandingan yang menurut saya sangat emosional, karena ini adalah poin 3 pertama dan ini adalah start kami memulai ulang sebagai tim yang kompetitif di BRI Super League 2026-2027 mendatang," katanya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.