Terdampak Karhutla, Pemerintah Aktifkan Rumah Oksigen untuk Warga
📅 Kamis, 22 Okt 2026, 12:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, mengatakan pemerintah mengaktifkan rumah oksigen hingga posko kesehatan darurat untuk masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kami bekerja sama dengan beberapa filantropi untuk melakukan pembagian masker, oksigen portabel, kemudian penyediaan rumah oksigen yang menggunakan fasilitas-fasilitas bangunan yang dibuat sedemikian rupa, sehingga kedap asap," katanya di Jakarta, Kamis (22/10).
Sugiono menegaskan di fasilitas tersebut masyarakat bisa mendapatkan pelayanan untuk mengatasi kesulitan yang mereka dapat, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang diderita oleh masyarakat setempat.
"Dalam rangka melindungi kelompok rentan, terutama balita, pemerintah dalam hal ini BNPB, Dinas Kesehatan juga telah mengaktifkan kembali posko-posko kesehatan darurat di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes)," ujar dia.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kemenkes, dan setelah mendengarkan masukan dari puskesmas-puskesmas hingga fasilitas kesehatan di wilayah terdampak karhutla, pemerintah telah menjawab dan memberikan fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dari apa yang menjadi masukan mereka, satu hari kemudian Kemenkes juga sudah melakukan dropping peralatan, obat-obatan, vitamin yang dibutuhkan oleh daerah-daerah tersebut. Jadi, saya kira koordinasi yang dilakukan cukup baik, dan kita juga akan terus memperluas layanan ini di seluruh wilayah yang terdampak, dengan tentu saja fokus pada masyarakat rentan ISPA," paparnya.
Kemenkes menyatakan pihaknya menyediakan 477 rumah oksigen di puskesmas, rumah sakit dan tempat lainnya sebagai respons penanganan dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman di Jakarta, Rabu, mengatakan sebanyak 295 rumah oksigen berada di Kalimantan Tengah, 127 di Kalimantan Selatan, 35 di Kalimantan Barat, 8 di Kalimantan Selatan, 5 di Jambi, 4 di Riau, dan 3 di Sumatera Selatan.
Dikutip dari pheoc.kemkes.go.id, disebutkan di tujuh provinsi dan 65 kabupaten/kota yang terdampak karhutla, terdapat 314.124 total kumulatif kasus infeksi saluran pernafasan (ISPA), yang mencakup 70.890 kasus ISPA pada kelompok usia 0-5 tahun. Pada 20 Oktober, tercatat ada 3.269 kasus ISPA.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!