PDB RI Disalip Vietnam, Ekonom: Konsep Kita Luar Biasa, Eksekusi Lemah
Minggu, 01 Nov 2026, 23:28 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Proyeksi produk domestik bruto (PDB) per kapita Vietnam yang akan melampaui Indonesia pada 2026 menjadi alarm bagi Indonesia. Ekonom menilai Vietnam berhasil mengintegrasikan diri ke rantai pasok global jauh lebih cepat.
Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya YB. Suhartoko mengatakan pertumbuhan pesat Vietnam ditopang tiga mesin utama yakni investasi asing langsung (FDI), sektor manufaktur dan ekspor, serta investasi publik infrastruktur.
"Pertumbuhan ekonomi Vietnam yang pesat (tumbuh 9,95% pada kuartal III-2026) terutama ditopang oleh investasi asing langsung, sektor manufaktur dan ekspor, serta investasi publik pada infrastruktur," ujar Suhartoko, Minggu (1/11).
Menurutnya, masuknya raksasa teknologi global menjadi kunci. Samsung, Foxconn, LG, dan Apple memindahkan jalur produksi utama ke Vietnam. Samsung sendiri menyumbang sekitar 20% dari total nilai ekspor Vietnam.
Sektor pengolahan dan manufaktur khususnya elektronik, semikonduktor, cip global, tekstil dan garmen menjadi mesin utama. Ekspor barang dan jasa melonjak tinggi dan terintegrasi langsung dengan rantai pasok global.
"Pemerintah Vietnam secara agresif menggelontorkan stimulus fiskal serta anggaran besar untuk pembangunan infrastruktur dan kawasan industri. Mereka memiliki sekitar 2 juta hektare Kawasan Ekonomi Khusus," jelasnya.
Stabilitas kebijakan politik serta pertumbuhan pariwisata yang pesat turut memperkuat daya beli dan konsumsi dalam negeri.
Jika proyeksi IMF terwujud, PDB per kapita Vietnam akan melampaui Indonesia dan menandai perubahan lanskap ekonomi Asia Tenggara. Vietnam muncul sebagai tujuan manufaktur alternatif selain Tiongkok di sektor bernilai tinggi.
Suhartoko menilai Indonesia sebenarnya sudah memiliki konsep pertumbuhan yang luar biasa, namun lemah dalam implementasi.
"Bagi Indonesia mungkin sudah melakukan hal sama, konsep pertumbuhan ekonomi Indonesia memang luar biasa, namun lemah dalam implementasi. Bahkan seringkali keinginan asing berinvestasi terhambat masalah perijinan, keamanan dan kepastian hukum," ujarnya.
Ia menegaskan jika Indonesia ingin meningkatkan pertumbuhan secara signifikan, industrialisasi harus benar-benar dieksekusi.
"Jika Indonesia ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara signifikan, maka mau tidak mau harus mampu mengimplementasikan perencanaan industrialisasinya," pungkasnya.
Sebagai gambaran, produk domestik bruto (PDB) per kapita Vietnam pada 2026 diperkirakan akan melampaui Indonesia, yang menandai perubahan signifikan dalam lanskap ekonomi di Asia Tenggara. Proyeksi pertumbuhan tersebut mencerminkan basis industri Vietnam yang terus berkembang serta perannya yang kian meningkat dalam rantai pasok global.
Vietnam muncul sebagai negara tujuan manufaktur alternatif selain Tiongkok, dengan menarik investasi di sektor-sektor bernilai tinggi seperti semikonduktor, elektronik, dan teknologi canggih. Berbagai produsen global terkemuka kini semakin melirik Vietnam sebagai bagian dari upaya untuk mendiversifikasi jaringan produksi mereka.
Transisi itu semakin memperkuat posisi ekonomi Vietnam di kawasan tersebut, seiring dengan pergeseran sektor manufakturnya dari industri tradisional menuju produksi yang lebih maju secara teknologi. Jika proyeksi tersebut terwujud, Vietnam akan mencapai tonggak pencapaian penting dengan melampaui Indonesia dalam PDB per kapita, meskipun Indonesia memiliki populasi dan skala ekonomi keseluruhan yang jauh lebih besar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!